Cara Berpikir Seperti Ini Harus Anda Buang Jika ingin Rejeki Mengalir Deras

Kenapa rejeki seseorang ada yang banyak, ada juga yang sedikit? Jangan cepat-cepat menganggap itu takdir Tuhan lho,  banyak orang menganggap bahwa banyak atau sedikitnya rejeki itu tergantung dari takdir Tuhan. Mungkin anda juga? Hari ini saya sedang berada di Pulau Lombok, dan mampir ke sebuah pantai yang cukup bagus yaitu tanjung Aan. Ditepi pantainya ada warung dan orang-orang yang menjajakan barang dagangan makanan dan minuman. Saya menyempatkan beli segelas kopi di salah satu warung, sambil menikmati kopi panas itu saya mendengar ibu penjual mengeluh “hari ini kok sepi, tidak ada yang membeli kesini tapi kesana, ya sudahlah itu Tuhan kasih rejeki ke mereka bukan kesaya” Baca lebih lanjut

Iklan

2 Cara Mudah untuk Mengatur Rejeki Sesuai Keinginan

mengatur-rejekiMengatur rejeki, kata ini terlihat aneh dan mungkin terlihat mustahil ya. Karena selama ini banyak orang membuat persepsi bahwa rejeki itu tidak bisa diatur, yaitu rejeki sudah diatur oleh Tuhan. Anda mungkin banyak membaca buku, membaca artikel atau juga mendengarkan ceramah-ceramah yang mengatakan bahwa rejeki itu sudah diatur, rejeki itu sudah ada yang mengatur, dan banyak perkataan lainnya. Persepsi atau pemahaman seperti itu sekilas terlihat benar, sekilas terlihat baik, bahkan sekilas terlihat religius. Tetapi kalau kita mau melihat persepsi itu lebih dalam lagi maka persepsi seperti itu malah melemahkan kita, malah membuat kita jadi pribadi-pribadi yang pasif dan pribadi yang tidak kreatif.  Lho kok bisa? Silahkan teruskan membaca. Baca lebih lanjut

Kunci Rejeki Seseorang Tergantung Apa Yang Ada di Pikirannya

rahasia-kunci-rejeki“mas firman, saya ingin mengubah rejeki saya karena itu saya belajar AMC sebab saya baca banyak alumni yang bagus hidupnya setelah belajar AMC”, kata seorang peserta privat AMC ketika saya tanyakan apa alasannya jauh-jauh ke surabaya menemui saya. Urusan rejeki, urusan perut memang menjadi prioritas orang untuk menjalani hidup ini, karena itu hampir separuh waktu kehidupan dalam sehari kita habiskan hanya untuk mengurusi urusan rejeki ini, benar ya? banyak orang mulai bangun pagi berangkat keluar rumah, lalu pulang sudah larut malam hanya untu urusan rejeki, itu yang terjadi di sebagian besar orang saat ini. Mungkin juga termasuk anda? saya dulu termasuk juga, dulu sih tapi..ketika masih di jaman jahiliyah. Baca lebih lanjut

Tiga Rahasia Memperbesar dan Memperlancar Aliran Rejeki

rahasia-uang-gaibKetika saya sedang duduk di pinggir jalan menikmati semangkok bubur ayam diponegoro jam delapan pagi tadi, sambil menikmati bubur ayam yang gurih ini, saya memandangi jalanan di kawasan jalan diponegoro surabaya, jalanan tampak cukup padat dengan lalu lalang kendaraan baik itu sepeda motor dan mobil, meskipun masih pagi tapi sudah cukup padat, ya itulah surabaya. Lalu tiba-tiba ada satu sepeda motor yang juga berhenti didekat warung bubur ayam ini, dan seorang bapak turun langsung memesan semangkok bubur ayam. Sambil makan, bapak ini mengajak saya ngobrol, “isuk-isuk wis rame dalane yo mas, kabeh wong sibuk golek upo , golek rejeki, sampeyan kerjo nang endi mas?” , (baca:pagi-pagi sudah ramai jalanya ya mas, semua orang sibuk nyari makan,nyari rejeki, kamu kerja dimana mas?),

Baca lebih lanjut

2 Teknik Mendapatkan Rejeki dengan Ajaib

rejeki berlimpahKembali membahas masalah rejeki di tulisan ini untuk mencoba memberikan pencerahan kepada diri sendiri dan anda dalam berjuang mencari rejeki di kehidupan ini. Saya mulai dengan membahasa arti rejeki dulu, banyak pendapat tentang apa itu rejeki. Menurut saya, rejeki adalah semua “kebaikan” yang kita terima dalam bentuk apapun, bisa uang, kesehatan, keselamatan, hadiah, atau bahkan musibah yang terlihat orang lain merupakan hal buruk bisa jadi dapat menjadi sebuah rejeki ketika menyentuh kita.

Ah..pasti anda menjadi bingung bagaimana musibah bisa dianggap rejeki. Perhatikan kisah nyata ini, dari sejarah terbentuknya brownies. Pada mulanya penemu brownies menganggap kue hasil buatannya adalah produk gagal karena inginnya membuat cake coklat, pada awalnya merasa kecewa tapi setelah dicoba ke teman2nya dan mengatakan enak dan lezat maka langsung deh dia merasa senyum dan membuat produk brownies untuk dijual.

Baca lebih lanjut