Ingin Meningkatkan Kondisi Keuangan ? Maka 3 Hal Ini Wajib Anda Pahami

Anda mau meningkatkan kondisi keuangan? Jadi teringat, Ada seorang bapak peserta kelas AMC reguler Surabaya, hari sabtu kemarin yang duduk didepan. Kemudian saya hampiri dan bertanya “bapak kesini ingin apa?”, dijawab oleh beliau “mau belajar pak firman”. Saya tanya lagi “mau belajar apa? Supaya apa?”, Dijawab lagi oleh bapak itu “ya saya mau belajar amc supaya kaya, bisnis maju”. Sambil membaca hasil kuis bakat kayanya saya katakan ke bapak ini “beneran bapak ingin bisnisnya maju?”, dengan tegas dia menjawab “iya pak, saya beneran”. Lalu saya jawab sambil senyum “tapi pikiran bapak tidak ingin bisnisnya maju, bapak tidak mau banyak uang, takut kaya”. Bapak ini wajahnya berubah bingung, “nanti bapak pasti sadar” kata saya. Baca lebih lanjut

Iklan

Cara Berpikir Seperti Ini Harus Anda Buang Jika ingin Rejeki Mengalir Deras

Kenapa rejeki seseorang ada yang banyak, ada juga yang sedikit? Jangan cepat-cepat menganggap itu takdir Tuhan lho,  banyak orang menganggap bahwa banyak atau sedikitnya rejeki itu tergantung dari takdir Tuhan. Mungkin anda juga? Hari ini saya sedang berada di Pulau Lombok, dan mampir ke sebuah pantai yang cukup bagus yaitu tanjung Aan. Ditepi pantainya ada warung dan orang-orang yang menjajakan barang dagangan makanan dan minuman. Saya menyempatkan beli segelas kopi di salah satu warung, sambil menikmati kopi panas itu saya mendengar ibu penjual mengeluh “hari ini kok sepi, tidak ada yang membeli kesini tapi kesana, ya sudahlah itu Tuhan kasih rejeki ke mereka bukan kesaya” Baca lebih lanjut

2 Cara Mudah untuk Mengatur Rejeki Sesuai Keinginan

mengatur-rejekiMengatur rejeki, kata ini terlihat aneh dan mungkin terlihat mustahil ya. Karena selama ini banyak orang membuat persepsi bahwa rejeki itu tidak bisa diatur, yaitu rejeki sudah diatur oleh Tuhan. Anda mungkin banyak membaca buku, membaca artikel atau juga mendengarkan ceramah-ceramah yang mengatakan bahwa rejeki itu sudah diatur, rejeki itu sudah ada yang mengatur, dan banyak perkataan lainnya. Persepsi atau pemahaman seperti itu sekilas terlihat benar, sekilas terlihat baik, bahkan sekilas terlihat religius. Tetapi kalau kita mau melihat persepsi itu lebih dalam lagi maka persepsi seperti itu malah melemahkan kita, malah membuat kita jadi pribadi-pribadi yang pasif dan pribadi yang tidak kreatif.  Lho kok bisa? Silahkan teruskan membaca. Baca lebih lanjut