Inspirasi, motivasi

5 Mindset Warisan Penjajahan yang Harus dihilangkan supaya Hidup Menjadi Sukses

Kita tidak bisa mengelak bahwa bangsa Indonesia pernah mengalami jaman penjajahan. Ada yang menghitung masa penjajahan di Indonesia selama 350 tahun, alias 3,5 abad. Tentu selama masa itu banyak mindset yang sudah dicekoki oleh penjajah kepada bangsa Indonesia.

Dan tanpa disadari mindset warisan penjajahan itu terus turun temurun sampai sekarang. Kalau kita mau berpikir dengan logis tentu bangsa penjajah dulu lebih pintar daripada bangsa kita dan mereka sudah memahami bagaimana menundukkan sebuah bangsa. Yaitu dengan menguasai pikiran bangsa tersebut, sebab kunci dari kehidupan seorang manusia adalah pikirannya. Celakanya, kalau mindset warisan penjajahan itu masih ada di pikiran kita bangsa Indonesia maka sebenarnya kita tetap “terjajah” meskipun katanya sudah merdeka.

Kenapa saya merasa ada mindset warisan penjajahan yang masih melekat di pikiran bangsa kita. Saya akan ajak anda untuk melihat kembali ke belakang tentang sejarah, yaitu tentang pendidikan. Sudah menjadi rahasia umum bahwa penidikan waktu jaman penjajahan dilakukan secara dikriminasi atau perbedaan. Kelasnya kalangan bangsawan dan keluarga asing berbeda dengan dengan kelasnya keturunan pribumi. Artinya apa, kalau kelasnya saja berbeda maka pasti materi yang disampaikan berbeda.

Nah disinilah “mindset” yang terbentuk juga pasti berbeda. Mindset keturunan rakyat biasa dengan keturunan bangsawan berbeda, dan tentu semua mindset itu diturunkan terus kepada anak cucu.

Kalau memang benar waktu 350tahun kita dijajah, dan rata-rata usia manusia Indonesia adalah 70 tahun maka ada 5 generasi yang memiliki mindset warisan penjajahan. Itu kalau dihitung sampai tahun 1945, tapi jika dihitung sampai tahun 2020 maka ada 6 generasi yang sudah memiliki mindset warisan penjajahan itu.

Lalu apa saja mindset warisan penjajahan tersebut yang tanpa disadari masih tersimpan di pikiran sebagian besar bangsa Indonesia. Saya membuat kesimpulan berdasar pengalaman mengisi kelas AMC baik reguler, privat dan platinum. Ada 5 mindset utama warisan penjajahan yang harus dihilangkan supaya hidup lebih sukses.

1.Mindset Pertama, Manusia itu Lemah

Coba deh dengarkan obrolan sekitar kita tentang bagaimana itu manusia, pasti kebanyakan berpikir bahwa manusia itu lemah. Padahal faktanya manusia itu bisa menciptakan robot, bisa menciptakan handphone, bisa menciptakan laptop, bisa membangun rumah, bisa membangun borobudur, bisa menciptakan mobil dan berbagai jenis lainnya. Kalau nenek moyang kita sebelum masa penjajahan itu dulu lemah maka mustahil ada borobudur, ada prambanan dan warisan bangunan lainnya yang memang diakui dunia sebagai maha karya manusia yang luar biasa.

Penjajah secara sengaja menutup kebesaran nenek moyang kita lalu mendoktrin atau mensugesti pikiran bangsa kita bahwa manusia itu lemah. Padahal mereka sendiri mempunyai mindset bahwa Manusia itu Hebat dan sibuk menciptakan berbagai temuan teknologi yang hebat.

2. Mindset Kedua, Harus Kerja Keras dulu Baru Bisa Makan

Waktu jaman penjajahan dikenal ada kerja rodi atau kerja paksa, perlakuan kerja paksa ini diberikan kepada rakyat yang golongan miskin, golongan rendah. Tidak ada golongan bangsawan yang disuruh mengikuti kerja rodi ini. Penjajah menanamkan ke pikiran bangsa Indonesia bahwa untuk bisa makan harus kerja keras dulu, dan itu yang terus tertanam hingga kini. Sedangkan penjajahnya dan golongan bangsawan tidak melakukan kerja keras dulu baru bisa makan. Sampai saat ini selalu saja diajarkan diberbagai sekolah di berbagai buku bahwa harus kerja keras supaya mendapat apa yang diinginkan, bukankah itu mindset warisan penjajahan?

3. Mindset Ketiga, Pribumi itu Tidak Boleh Menikah dengan Bangsawan

Penjajah menanamkan mindset bahwa bangsawan itu tidak boleh menikah dengan pribumi, bahkan kalau anda pernah menonton film “BUMI MANUSIA” disitu jelas sekali digambarkan bahwa seorang yang ada keturunan belanda hanya menjadi terhormat jika menikah dengan golongan yang sama. Seorang yang miskin dianggap tidak pantas jika menikahi seorang noni belanda. Padahal bukannya pribumi, bangsawan dan keturunan belanda itu sama-sama manusia. Sehingga sesama manusia yang boleh saja menikah. Dengan mindset warisan ini membuat banyak orang yang lahir dari orang tua miskin menjadi minder ketika mau mendekati seorang perempuan dari keluarga kaya.

4. Mindset Keempat, Keturunan Sangat Menentukan Hidup Manusia

Pada jaman penjajahan dulu dikenal istilah “inlander”, seolah menjadi cap bagi manusia yang lahir dari ayah dan ibu asli Indonesia miskin. Dan cap ini terus sampai kepada keturunan. Sehingga ketika ada orang A yang lahir dari keluarga miskin maka seolah-olah orang A ini sudah pasti terus miskin. Karena dari golongan inlander maka semua fasilitas, semua tingkah laku ya harus mengikuti aturan penjajah mengenali inlander ini. Nah mindset ini juga masih banyak tersimpan di pikiran manusia Indonesia saat ini, banyak orang yang sudah minder atau tidak percaya diri ketika lahir dari keturunan keluarga yang miskin. Padahal hidup seseorang itu bisa berubah kalau dia mau mengubah pikirannya.

5. Mindset Kelima, Disekitar kita ada banyak HANTU

Mungkin sebagian dari anda tidak menyadari bahwa hantu-hantu yang sekarang banyak di film televisi atau dibuku-buku itu adalah sisa warisan dari jaman penjajahan. Saat ini pasti kalau ada bangunan besar kokoh dengan arsitektur Belanda pasti langsung dikaitkan dengan gedung berhantu, dan hantunya pasti perempuan berbaju putih ala noni beanda. Sebuah bangunan yang besar dianggap sebagai rumahnya hantu. Mindset ini memang sengaja dibentuk sejak jaman penjajahan supaya masyarakat biasa tidak berani masuk ke rumahnya orang belanda, tidak berani masuk ke gedung pemerintahan belanda. Dan celakanya sampai sekarang mindset itu masih menjadi warisan turun-temurun.

Saatnya sekarang kita berhenti menyimpan mindset warisan penjajahan itu. Karena 5 mindset warisan penjajahan itu berdampak negatif kepada kehidupan kita. Kalau ingin hidup lebih sukses maka putuskanlah untuk melepas atau membuang mindset-mindset tersebut ya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.