Inspirasi, Spiritual

Apa makna “Ikhlas” yang Sesungguhnya ?

Saya ingin membahas tentang makna kata “ikhlas” yang sesungguhnya, karena banyak orang yang komentar “mas firman tidak ikhlas dalam mengajar ilmu kebaikan”. Sempat saya tanya “kenapa?” lalu jawabannya “iya kan minta bayaran dalam mengajar amc”.

Saya sih tersenyum saja ketika membaca komentar seperti itu. Karena kan percuma juga mau dilawan karena memang tidak tahu, belum paham ilmunya. Belum paham dengan benar apa itu “IKHLAS”. Ya tidak bisa disalahkan juga, karena memang dari kecil sudah mendapat pemahaman bahwa “IKHLAS” itu artinya tidak mengharap imbalan. Bahkan ada yang mengatakan tidak boleh juga mengharap imbalan dari ALLAH.

Dan celakanya pemahaman dari kecil itu dibawa sampai dewasa alias tidak berubah pemahamannya, ini yang bahaya sebetulnya. Usia bertambah tapi pemahamannya tetap saja.

Sebagai muslim maka saya mengambil rujukan dari Alquran dan Hadist ya, coba cari judul surat yang mengandung kata “IKHLAS”, pasti anda mengatakan surat al ikhlas kan? iya betul, surat dengan nomor urut 112 itu memang memiliki nama Surat Al Ikhlas. Apakah dalam surat itu mengandung pemahaman tentang makna Ikhlas?, tidak ada sama sekali. Yang ada justru menggambarkan kekuasaan ALLAH yang Maha Esa dan Allah itu yang tidak ada tandingan. Lalu kenapa surat ini diberi nama Al-Ikhlas?

Sekarang coba sambungkan, pemahaman awal tadi tentang ikhlas itu tidak mengharap imbalan apa-apa dari ALLAH. Apakah relevan ketika di surat Al Ikhlas menunjukkan kekuasaan ALLAH yang Maha Dahsyat tetapi kita tidak boleh meminta imbalan.

Saya melihat dari surat Al Ikhlas ini adalah sebagai bentuk pemberitahuan bahwa kita sebagai manusia harusnya tenang dalam menjalani kehidupan ini jika percaya atas kebesaran ALLAH. Karena ALLAH sudah menjelaskan di surat Al Ikhlas ini diayat terakhir “Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan DIA”.

Kalau begitu bisa dibuat pengertian bahwa ikhlas itu bermakna “ketenangan”, arti ikhlas berarti bukan sebuah kata kerja, tapi kata keterangan situasi.

Tentu menjadi pas jika ada dalam kalimat “beribadahlah dengan ikhlas”, bisa diartikan “beribadahlah dengan tenang”. Dari pada diartikan “beribadahlah dengan tidak meminta imbalan” menjadi tidak nyambung.

Memang apa yang saya tulis disini mendobrak semua pemahaman tentang kata ikhlas yang sudah terlanjur berkembang dimasyarakat. Tapi kebenaran tetap harus disampaikan karena memang kata “ikhlas” menjadi kunci dalam setiap ibadah, dalam setiap doa.

Ikhlas kalau dalam bahasa pikiran adalah “alpha”, kalau bahasa sehari-hari artinya santai dan tenang. Sehingga kalau anda melihat video saya di cahaya kehidupan saat saya mengajar kelas AMC maka anda melihat saya mengajar dengan sangat santai, tidak pernah lompat-lompat, tidak pernah teriak-teriak.

Jadi salah besar ketika ada penyataan yang mengatakan bahwa “mas firman itu tidak ikhlas dalam membantu orang”, saya sangat ikhlas dikelas AMC, sangat tenang malah banyak bercandanya. Paham ya sekarang bahwa ikhlas itu berarti ketenangan dan kedamaian, atau bahasa pikiran adalah Alpha State. Maka beribadahlah dengan tenang, berdoalah dengan damai, lakukan semua aktivitas sehari-hari dengan ikhlas alias dengan tenang dan damai maka pasti kehidupanmu selalu dalam ketenangan dan kedamaian. Buktikan dan lihat keajaiban yang terjadi dalam hidupmu.

Satu tanggapan untuk “Apa makna “Ikhlas” yang Sesungguhnya ?”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.