kekuatan pikiran, Spiritual

Jangan Hanya Bisa Mengucap “Syukur” Di Bibir saja, Tapi Lakukan Hal Penting ini Juga

Bersyukur adalah sebuah kata yang banyak orang anggap sesuatu yang dengan mudah mengucapkannya, coba deh perhatikan disekitar kita, disekitar anda.

Pasti banyak orang yang bicara tentang kata “syukur”, misalnya ketika ada yang mengeluh tentang hidupnya pasti anda jawab dengan kalimat “kamu itu kurang bersyukur dengan yang didapat”. Lalu yang mengeluh tadi langsung diam saja. Anda pernah mengalami seperti itu? ketika mengeluh kepada seseorang lantas disuruh untuk bersyukur. Diberbagai ceramah juga banyak sekali yang menyebut kata-kata “syukur” dan menyuruh untuk “bersyukur”. Tapi, sepertinya sebagian besar orang hanya bisa mengucap “syukur” dibibir saja, coba anda teruskan membaca artikel ini supaya mendapat pencerahan tentang kata “syukur” ini.

Saya menulis artikel tentang “syukur” ini juga karena terinspirasi tadi mendengar khutbah jumat dimasjid tentang syukur yang menyuruh banyak orang untuk bersyukur. Kemudian selesai shalat jumat tadi, saya dekati khatibnya dan bertanya “pak gimana caranya bersyukur seperti yang bapak tadi sampaikan saat khutbah”, lalu si bapak ini menjawab “kamu harus sering mengucapkan alhamdulillah”. Saya tentu bertanya lagi, “apakah dengan sering mengucap alhamdulillah itu artinya bersyukur pak”. Dijawab lagi “iya itu bukti kalau kita bersyukur kepada Tuhan”. Mulai deh “syahrini” (sahabat virtual saya) dengan usilnya bisikin , “kerjain aja mas biar sadar”.

Lalu saya bicara ke bapak tadi ya, “bapak coba kasihkan handphone bapak ke saya”. Lalu bapak tadi menjulurkan handphonenya  dan saya ambil sambil mengucapkan “terima kasih pak”, sehabis mengucapkan terima kasih saya langsung jatuhkan itu handphone ke karpet. Eh, si bapak ini kaget dan agak marah “lho sampeyan ini gimana kok malah dijatuhkan”. Saya jawab lagi “kan saya sudah mengucapkan terima kasih tadi pak, sudah bersyukur kan saya. Jadi kenapa bapak marah kalau handphonenya dijatuhkan”. Dengan spontan bapak ini bicara lagi “ya tidak hanya diucapkan saja terima kasihnya”, dan dia jadi seperti salah tingkah sambil mengambil handphonenya. Sambil saya tepuk bahunya,”tadi katanya cara bersyukur itu dengan mengucapkan saja alhamdulillah”. Dia agak bingung dan pamit ke saya “saya pulang dulu, assalamualaikum”.

Dari kejadian itu bisa kita simpulkan bahwa banyak orang sebenarnya berbicara tapi tidak tahu apa yang dibicarakan, hanya membaca dari tempat A disampaikan ulang ke tempat B, banyak orang hanya mengucapkan “syukur” tapi tidak tahu harus ngapain. Ketika saya menjatuhkan handphone bapak tadi, itu artinya saya tidak berterima kasih meskipun mulut saya “mengucapkan” terima kasih.

Bersyukur atau berterima kasih kepada Tuhan itu harus disertai dengan tindakan untuk mengenali diri dan menggunakan diri untuk tujuan kebaikan.

Kalau kita tidak menggunakan diri dengan benar, kita tidak mau menjaga diri, kita tidak mau mengarahkan diri maka itu artinya kita hanya bisa “mengucapkan” saja dibibir dan itu tidak ada artinya. Komponen utama dalam menggunakan diri adalah harus memahami bagaimana menggunakan PIKIRAN. Karena memang Pikiran adalah kunci dari semua aktivitas dalam diri. Kalau anda tidak mau BERPIKIR, tidak mau menggunakan Pikiran dengan benar maka artinya anda BELUM Bersyukur meskipun bibir anda sudah ribuan kali mengucapkan kata “syukur”. Jadikan tulisan ini sebagai renungan, sudahkah diri kita ini bersyukur dengan benar-benar bersyukur ? ataukah hanya manis dibibir saja. Indikatornya, apakah anda sudah Menggunakan Pikiran dengan benar? atau malah menyia-nyiakan Pikiran anda sendiri?.

“Sesungguhnya sejahat-jahat makhluk yang melata, pada sisi (hukum dan ketetapan) Allah, ialah orang-orang yang pekak lagi bisu, yang tidak mau memahami sesuatupun (dengan akal fikirannya).” (QS. Al-Anfâl: 22)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.