3 Hal Penting Yang Perlu Diperhatikan Saat Kita Mau “Berdoa” Kepada Allah

Sudah separuh bulan Ramadhan tahun ini kita jalani, bagaimana yang anda rasakan selama menjalani bulan Ramadhan ini? Apakah menemukan sebuah pengalaman yang istimewa, ataukah biasa saja hanya melakukan ritual tidak makan dan tidak minum serta ibadah dimalam hari? Kalau “hati anda” menjawab biasa saja maka sebaiknya cobalah merenung dengan lebih dalam lagi ya, karena seharusnya dalam bulan yang penuh keistimewaan ini kita pasti menemukan banyak pengalaman spiritual yang istimewa juga. Mumpung masih ada sisa setengah perjalanan bulan Ramadhan tahun ini, maka kita maksimalkan “pikiran” kita untuk menemukan keistimewaan sejati dalam bulan Ramadhan ini sehingga tujuan menjadi pribadi penuh “ketakwaan” tercapai.

Sehabis menikmati shaat dzuhur, saya duduk menikmati sabtu yang santai. Sengaja saya “mengosongkan” kegiatan di akhir pekan minggu ini, karena sudah lebih 2 bulan selalu dipenuhi dengan kegiatan kelas AMC, baik itu reguler, privat dan platinum. Baru 3 hari kemarin saya memberikan kelas Platinum AMC kepada seorang pemilik bisnis hijab yang juga cukup “cerdas” dalam memahami Islam sehingga saya memanggilnya selama 3 hari itu dengan uztad. Setelah akhir hari ke 3 kemarin, sambil menikmati buka puasa beliau mengutarakan hasil dari belajar selama 3 hari itu,

“mas firman, banyak orang, banyak uztad juga salah dalam mengajari, salah dalam berdakwah, mereka mengatakan ingin dekat dengan ALLAH tetapi sesunggunya sedang jauh, mereka mengatakan berdoa kepada ALLAH tetapi sesungguhnya mereka tidak berdoa kepada ALLAH, jadi sedih ya mas melihat fenomena in. Saya menerapakan ilmu ini kemarin ke istri dan memang ajaib dengan saya sentuh saja  eh besok paginya dia sudah berubah, tidak biasanya dia lebih santun. Memang diperlukan pengenalan ALLAH yang benar ya mas dalam menjalankan ISLAM. Mas firman, bisa dengan pas menggabungkan puzzle-puzzle ini mejadi satu keutuhan lagi, salut saya mas”

Banyak orang mengatakan dirinya berdoa kepada ALLAH tapi sesungguhnya itu hanya dimulutnya saja, sedangkan di pikirannya tidak sedang “berdoa”, sehingga apa yang diucapkan dalam berdoanya tidak terjadi. Lalu begitu tidak terjadi kemudian “berprasangka” bahwa ALLAH belum mengabulkan, atau ALLAH sedang menunda doanya, padahal sesungguhnya bukan ALLAH belum mengabulkan, bukan ALLAH sedang menunda tapi diri orang itu sendiri yang memang belum menginginkan doa-doanya terjadi. Kesadaran seperti ini yang tidak disampaikan secara benar dan utuh kepada banyak orang sehingga banyak orang (mungkin anda juga) sering berprasangka jelek kepada ALLAH tanpa disadari. Tentu kita semua ingin terhindar dari berprasangka jelek kepada ALLAH kan?

Ada 3 hal penting yang perlu diperhatikan saat kita mau berdoa kepada ALLAH, apa saja 3 hal penting itu? 

Pertama, Kenali dengan benar apa yang mau kita minta dalam doa-doa kita. Banyak orang sesungguhnya tidak mengenali atas permaintaannya sendiri ketika berdoa, malah banyak orang berdoa tapi tidak memahami apa yang sedang diucapkan oleh mulutnya, ya sekedar berkomat-kamit saja. Dalam kelas AMC saya bertemu banyak orang ketika masuk ke materi rumus doa, banyak salah dalam menuliskan doa-doanya. Karena itu saya sering menulis bahwa, sungguh tidak pantas kita mengatakan bahwa ALLAH tidak mengabulkan doa kita, karena sesungguhnya kesalahan ada dalam diri kita.

Kedua, Kenali dengan benar diri kita. Berdoa adalah sebuah bentuk aktivitas yang memiliki nilai sangat tinggi dari semua kegiatan kita sebagai manusia, karean dengan berdoa itu artinya kita menyadari dengan benar siapa diri kita. Kalau anda belum belum kenal dengan diri maka pasti doanya tidak akan memberikan efek apapun, mengenali diri secara utuh, memahami semua komponen diri dengan benar. Komponen terpenting dalam diri yang harus anda kenali adalah “PIKIRAN”, karena dengan menggunakan pikiran secara benar maka doa-doa kita menjadi mudah untuk terjadi.

Ketiga, Kenali dengan benar dzat ALLAH. Kalau anda mengatakan berdoa kepada ALLAH maka harus kenal dengan ALLAH, logikanya sama dengan ketika anda mau meminta sesuatu kepada seseorang tetapi anda tidak kenal dengan orang tersebut maka tentu anda tidak akan bisa meminta dan orang itu pun tidak akan memberi. Tidak kenal kok mau minta hehe. Apakah dengan menyebut kata “ALLAH” itu artinya sudah mengenal ALLAH? belum, banyak orang hanya menyebut saja nama ALLAH, ALLAH tetapi tidak kenal benar dengan dzat ALLAH itu.  Maka saatnya kita semua mengenali ALLAH dengan benar.

Dalam bulan yang penuh keajaiban ini, maka saatnya kita yang muslim memahami lagi makna berdoa, memahami lagi siapa diri kita, memahami dengan benar komponen diri maka disitulah kita bisa mengenali dengan benar dzat ALLAH YANG MAHA BAIK.

Iklan

Satu Tanggapan

  1. Subhanallah sangat menginspirasi
    #blogwalking

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: