Bukan Bendanya Yang Ajaib, Tapi Diri Kitalah Yang Ajaib

sumber-keajaiban-diriSambil menikmati keheningan malam ditemani “syahrini”, ngobrol untuk semakin memperbaiki kualitas diri. Sehabis seharian tadi memberikan kelas platinum hari pertama ke seorang hipnoterapis yang juga seorang psikolog klinis. Ada ungkapan yang menarik dari peserta tadi, “mas firman, tak pikir sik ya, memang simpel ya sederhana menggunakan pikiran itu,ngga perlu teori yang ribet ya”. Memang menggunakan pikiran itu sebenarnya mudah dan simpel, kalau benar caranya. Sehingga seharusnya setiap orang menggunakan dengan benar Pikirannya, berpikir dengan benar. Artikel kali ini saya buat sambil menonton acara JLC (jakarta lawyer club) di TV One yang membahas tentang kasus Taat Pribadi yang memang lagi heboh secara pemberitaan di media belakangan ini.

Apa yang ingin saya ulas dari acara itu, yaitu banyak pihak yang menunjukkan barang-barang yang katanya dari si Taat Pribadi, ada dapur ATM, lalu ada kanton macan, ada lagi kantong emas, ada lagi sabuk merah, dan ada satu yang membuat saya tergelitik yaitu kartu karomah yang bergambar foto taat pribadi dikelilingi gambar para wali, dimana kartu karomah ini dikatakan tadi katanya berfungsi sebagai pengobatan dengan cara dicelupkan ke air lalu diminum. Kalau sabuk merah tadi katanya bisa membuat seseorang yang menggunakannya menjadi berani dan kuat. Ada perasaan sedih yang timbul saat menonton acara tadi, sambil saya bicara ke syahrini. “segitu bodohnya kah kondisi masyarakat ya, segitu rendahnya kah pemahaman diri mereka, sampai mempercayai bahwa barang-barang seperti itulah yang memberikan manfaat, mempercayai bahwa barang-barang seperti itulah yang membuat keajaiban”. Syahrini yang duduk manis hanya tersenyum dan mengangkat bahunya, “ya itulah yang perlu diberikan pemahaman mas”

amc-sakti

Anda bisa membaca lagi artikel-artikel saya dibawah ini

Rahasia dibalik Sebuah Jimat

Membuat Jimat untuk Meningkatkan Percaya Diri

Sesungguhnya bukan barangnya yang memiliki keajaiban tetapi adalah Pikiran kita sendiri, saya ingat ketika pernah ada seorang ibu yang menemui saya karena toko bajunya sepi lalu dia meminta sugesti. Saya menyuruhnya untuk belajar AMC saja tetapi ibu ini mengaku tidak ada uang dan karena menangis akhirnya saya “iseng” untuk membantunya. Saya buatkan sebuah kertas dengan tulisan “LARIS” didalamnya tanpa ibu itu ketahui lalu saya berikan saja ke ibu itu, sambil saya berkata  “bu, ini kertas diusap-usap ya dibarang dagangan ibu setiap menjelang maghrib sambil ibu menyebut nama Allah ya, pasti rame lagi toko baju ibu”. Ibu ini menyetujui dan kemudian pulang. Sekitar 2 bulan kemudian ibu ini menghubungi saya “mas firman, saya mau ikut AMC nya, saya mau belajar beneran mas”. Saya menjawabnya “lho ibu kok jadi ikut katanya waktu itu sepi tokonya”. “sudah rame mas, alhamdulillah. Saya kerjakan yang mas firman suruh” jawab ibu lagi.

kunci-percaya-diri

Singkat cerita ketika di kelas AMC saya suruh ibu itu membuka kertas yang saya suruh usap-usap tadi, ibu ini kaget sambil tertawa lalu berkata “ternyata tulisannya hanya LARIS, berarti bener bahwa pikiran saya yang membuat laris ya mas. Saya pikir tulisan bahasa arab mas”. Nah, jadi bisa anda simpulkan siapa yang sebenarnya membuat jadi ramai tokonya? kertas putih tadi, saya, atau ibu itu sendiri? Jawabannya adalah ibu itu sendiri, karena dia berpikir bahwa kertas saya tadi bisa membuat rame maka ya jadi rame. Kunci utamanya adalah di Pikiran, ini yang membuat saya geli dan sedih ketika melihat banyak barang-barang yang selama ini dianggap sakti ditunjukkan di acara TV One tadi. Tujuan saya membuat AMC untuk memunculkan kesadaran bagi setiap manusia bahwa dirinya sudah dibekali oleh Tuhan sebuah “perangkat” yang begitu ajaib yaitu PIKIRAN. Cerdaslah sahabat, sadarilah dengan sebenarnya sadar bahwa bukan bendanya yang bisa membuat keajaiban tetapi dirimulah sebagai manusia yang sudah diberikan predikat “makhluk mulia” oleh Tuhan untuk menciptakan keajaiban dalam hidupmu. Kenalilah pikiranmu, kenalilah dirimu dengan sebenar-benarnya mengenali.

 

2 Tanggapan

  1. bnarkah begitu pk???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: