Ternyata Bukan Kalimat Wiridnya Yang Berpengaruh, tetapi Hal yang Satu Ini

kalimat-wiridAda sebuah pengalaman dari seorang peserta program Platinum AMC minggu kemarin, seorang uztad yang sebelumnya memang sudah mengambil kelas reguler AMC. Uztad ini memiliki tambak ikan, setelah menerapkan AMC ternyata panen ikannya bagus bahkan ketika hari ketiga platinum dia langsung menuju tambak ikannya karena panen lagi. Lalu beliau cerita, ada pemilik tambak ikan yang bertanya kepada beliau apa doanya sehingga panen tambak ikannya bagus, lalu wiridan apa. Nah tentu uztad ini menjawab “oh wirid aja, Ya Allah YA Malik”. Yang bertanya tadi tentu mengerjakan apa yang dikatakan oleh uztad ini, eh setelah beberapa bulan bertemu lagi, “kok hasil tambakku tetap aja, padahal sudah setiap saat wiridan itu”. 

Banyak orang yang sibuk dengan kalimat-kalimat dzikir, kalimat-kalimat wirid. Mencari-cari kalimat apa yang membuat bagus dan selalu menjadikan semua keinginan terjadi. Ada yang sampai harus pergi ke tempat yang jauh untuk mendapatkan kalimat yang dijadikan wiridan, dibaca setiap kali. Bahkan ada yang mensyaratkan puasa dulu baru boleh membaca kalimat untuk wiridannya. Kalau hanya mencari kalimat apa yang bagus untuk diwiridkan maka hal ini sama saja dengan kalimat yang diaffirmasikan atau diulang-ulang. Mungkin anda juga pernah melakukan berbagai wirid, membaca sebuah kalimat yang diulang sampai 100x bahkan 1000x. Apakah benar kalimatnya yang berpengaruh kepada diri kita?

Pengalaman uztad tadi membuat saya teringat dengan cerita seorang pria muda peserta AMC reguler di jakarta beberapa waktu lalu. Sebelum saya memulai kelas, pria ini cerita kalau dia sudah sering melakukan afirmasi “saya kaya”, “saya magnet uang” tetapi ya tetap saja rumah makannya sepi. Lalu saya katakan, “bukan kalimatnya yang berpengaruh, kalimat itu bagus mas, tapi pemahaman tentang pikiran yang perlu dipahami dengan benar ya. Nanti dikelas kita ulas ya”. Sebenarnya melakukan wirid sampai 10x, 100x dan 1000x itu sama saja dengan melakukan affirmasi, hanya kalau wiridan itu istilah di agama sedangkan kalau affirmasi istilah dari teman-teman motivator.

kalimat-afirmasi-benar

Mengulang-ngulang kata “Ya Allah, Ya Malik” itu bukan salah, malah bagus. Tetapi lebih bagus lagi jika disertai pemahaman yang utuh tentang diri, pemahaman yang benar tentang Pikiran. Karena yang membuat kalimat-kalimat wirid atau kata-kata affirmasi itu berpengaruh kepada diri adalah ketika memahami ilmu tentang diri dengan benar. Sehingga tidak lagi tergantung dengan kalimat wiridnya, tidak lagi menganggap kalimat-kalimat wirid itu “sakti” atau “sakral”. Karena yang membuat kalimat wirid itu menjadi sakral dan terkesan sakti adalah Pikiran kita sendiri. Berarti yang harus kita lakukan sebagai manusia bukanlah sibuk mencari “kalimat wirid” atau “kata-kata untuk afirmasi”, tetapi harus memahami bagaimana mengenali diri, bagaimana menggunakan diri dengan benar. Dan mengenali diri itu kuncinya ada di mengenali Pikiran.

cara-berdzikir

Jadi, anda tidak perlu lagi mengatakan bahwa “saya sudah wirid bacaan A tapi tidak ngefek apapun”, lalu menganggap kalimat yang anda wiridkan itu salah. Atau malah menganggap Tuhan yang belum mendengar kalimat wirid anda hehe. Kalimat wirid anda itu baik dan benar, hanya pemahaman anda tentang diri dan Tuhan yang perlu diperbaiki, sehingga jika pemahaman kita tentang diri dan Tuhan sudah BENAR maka tidak seharusnya masih membingungkan kalimat-kalimat lagi. Kenali diri dengan benar dan utuh maka disitulah kita mengenali Tuhan dengan sebenar-benarnya mengenali.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: