Untuk Menikmati “dekat” dengan Tuhan itu Butuh Logika !

cara-mendekat-allah“….Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.” (QS.Al-Baqarah:164). Sambil menikmati lagu lawas via streaming dan segelas green tea hangat, menulis artikel tentang “ketuhanan”. Saya mulai paragraf ini dengan mengambil ayat dari Al-Quran, bagian yang saya jadikan tebal “bagi kaum yang memikirkan”. Banyak lagi ayat yang menjelaskan cara untuk mengetahui tanda-tanda keesaan dan kebesaran Tuhan dengan cara “berpikir”. Hari ini tadi adalah hari terakhir saya memberikan kelas platinum ke seorang   uztad yang selama ini bekerja sebagai engineer di madinah. 

Selama 3 hari ini, saya dan beliau “sama-sama belajar” tentang ketuhanan dan ketauhidan. Oh ya, uztad ini pernah juga  mengikuti AMC yang reguler bersama 3 anak dan istrinya. Di hari pertama program platinum, jumat kemarin, beliau cerita bahwa setelah memahami AMC dan menerapkannya banyak mengalami keajaiban-keajaiban, seperti ketika mempengaruhi orang, urusan kantor yang mudah, anaknya juga cerita ke beliau bahwa memang ajaib menerapkan teknik-teknik AMC. “Yang membuat saya platinum karena saya ingin memahami utuh, bagaimana dengan ALLAH mas”.  Bukan hanya uztad ini saja, mungkin anda yang sering membaca artikel saya juga pasti bertanya , “bagaimana dengan Tuhan”, bahkan saya sering mendapat sms, inbox via facebook juga yang seolah-seolah menganggap saya “melepas” Tuhan, hehe.

Ada lagi yang juga komentar status-status saya di facebook, “mas firman menuhankan pikiran”, “AMC itu terlalu mengedepankan logika”, “Tuhan tidak bisa dilogikakan mas”. Saya hanya tersenyum saja menanggapinya, karena memang yang berkomentar seperti itu belum paham dengan benar. Padahal diartikel-artikel saya, yang saya tulis adalah menggunakan pikiran. Kenapa “menggunakan”? karena memang pikiran adalah bagian dari diri kita yang sudah Tuhan berikan. Sama halnya dengan tangan, dengan kaki, mata dan organ tubuh lainnya yang sudah dipasangkan Tuhan kepada tubuh kita, bukannya saat kita berjalan selalu menggunakan kaki? saat memegang menggunakan tangan? tetapi kenapa tidak ada yang menganggap sedang “menuhankan tangan atau menuhankan kaki?”

kebesaran-allah-tuhan

Memahami keesaan dan kebesaran Tuhan adalah dengan berpikir, artinya menggunakan pikiran. Nah, untuk menggunakan pikiran maka harus mengenal dulu bagaimana pikiran itu sebenarnya, bagaimana bekerjanya, bagaimana rumusnya. Kalau belum mengenal dengan benar bagaimana bisa menggunakan? Kalau tidak bisa menggunakan lantas bagaimana mengenal kebesaran Tuhan? . Di setiap  akhir sesi platinum saya pasti menyuruh peserta untuk menjelaskan apa yang dipahami setelah 3 hari dan beliau mengatakan bahwa menyadari posisi sebagai pengguna pikiran, dan seharusnya semua orang menyadari posisinya sebagai manusia yang sudah diberikan pikiran oleh ALLAH karena dengan mengenal dan menggunakan pikiran maka itu artinya sedang mengagungkan Tuhan sehingga benar-benar menikmati kedekatan dengan ALLAH. “Dan mendekat ke ALLAH itu 100% menggunakan Logika mas, benar-benar saya salah memahami selama ini” ujar uztad itu.

keajaiban-pikiran-nyata

Iya, memang semua butuh logika, semua ada logikanya, bahkan menikmati kedekatan dengan Sang Maha Pencipta juga menggunakan logika, karena dengan menggunakan logika-logika berpikir yang benar itulah kita memahami kebesaran dan keesaan Tuhan, dengan menggunakan logika-logika berpikir yang benar kita bisa membaca berbagai penciptaan Tuhan dan pada akhirnya hanya bisa bersyukur dan berterima kasih sudah diciptakan sebagai Manusia. Logika adalah isi dari pikiran, berpikir artinya menggunakan logika-logika, berpikir artinya menggunakan pikiran. Menggunakan dan memaksimalkan apa yang Tuhan berikan, sehingga ketika mengalami keajaiban-keajaiban dalam hidup yang ada semakin mengagumi Tuhan yang memang Maha Baik dan semakin menikmati “kedekatan yang sesungguhnya”. Jadi, kalau anda yang mengatakan bahwa Tuhan itu tidak bisa didekati dengan Logika, maka sebaiknya cobalah “belajar” memahami lagi diri anda dengan utuh atau masuk program Platinum AMC saja🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: