Kenapa banyak Orang Sudah Rajin Beribadah tetapi (ternyata) Jauh Dari Tuhan ?

cara-ibadah-dengan-khusukTernyata sudah melewati tengah malam, di jam macbook saya saat ini menujukkan 00.38. Lewat tengah malam memang waktu yang tepat untuk menemukan keheningan, waktu yang tepat untuk menyapa Tuhan, menyapa Dzat Yang Penuh Kebaikan. Oh ya, kalau sudah lewat tengah malam coba deh tes kecepatan internet anda, pasti lebih cepat daripada siang hari. Karena saat malam hari, jalur internet memang lebih sepi karena penggunanya berkurang, persis seperti analogi itu maka saat yang tepat untuk “bercengkrama” dengan Tuhan adalah lewat tengah malam. Ngomong-ngomong tentang Tuhan, banyak orang sudah rajin beribadah malam, rajin bangun malam tetapi merasa masih jauh dengan Tuhan, mungkin anda juga. Kenapa?

Malam ini saya menulis tentang kedekatan dengan Tuhan karena 3 hari kemarin, saya memberikan kelas platinum kepada seorang pengusaha komputer dari Madiun, Jawa Timur yang juga ternyata lulusan salah satu perguruan tinggi negeri agama di surabaya. Seorang laki-laki yang masih muda juga (tapi masih lebih muda saya hehe), tapi keinginannya untuk mengubah hidupnya begitu besar, saya ingat bapak ini sudah belajar AMC kelas privat kemudian menerapkan materi AMC dalam hidupnya, hasilnya luar biasa katanya, usaha komputernya terus berkembang. Karena itu beliau mengupgrade diri ke kelas platinum.

Kami berdua “sharing dan diskusi” selama 3 hari itu, dan di hari ketiga beliau mengatakan “pantas ya mas, banyak orang sudah sibuk beribadah, sudah benar melakukan ajaran-ajaran agama, sudah siang malam melakukan ibadah tetapi masih belum merasa dekat dengan Tuhan, itu karena dia belum mengenali Tuhan dengan sebenar-benarnya”. Saya jawab, “wah mas sudah pinter sekarang ya hehe, sudah benar pemahamannya”. Memang benar dan itulah yang banyak terjadi di sekitar kita, banyak orang menganggap dirinya sudah sibuk beribadah tetapi dalam hatinya merasa kering, merasa jauh dari Tuhan, bahkan serasa hampa dalam menjalankan ajaran agamanya. Karena belum mengenali dengan utuh, belum mengenali Tuhan dengan sebenar-benarnya mengenali. Coba anda baca artikel saya tentang cara termudah dan tercepat mengenali Tuhan disini

pentingnya-mengenali-tuhan

Bagaimana kita bisa merasa dekat, jika kita tidak mengenali siapa yang akan kita dekati. Bahkan kita salah dalam mengenali siapa yang mau kita dekati. Yang pernah pacaran, atau masih pacaran. Ketika mau mendekati “target”, pasti anda harus mencari tahu dulu dengan benar tentang siapa target anda, tentang apa yang disukai oleh target, tentang bagaimana target, intinya harus mengenali target dulu dengan benar. Nah baru bisa melakukan pdkt (pendekatan), misalnya target itu kalau makan seringnya di warung A, maka anda bisa ikut makan di warung A supaya bisa bertemu target, begitu kan?

Kalau salah mengenali target, maka tentu fatal akibatnya. Anda sudah merasa melakukan pdkt tetapi tidak membuahkan hasil, karena salah dalam mengenali target dengan benar. Seperti itu juga penyebab kenapa banyak orang sudah rajin beribadah tetapi masih merasa jauh dari Tuhan, akhirnya yang ada menyalahkan Tuhan. Menyalahkan atas kondisi yang terjadi dalam hidup, menyalahkan takdir, dan mengatakan bahwa semua sudah kehendak Tuhan, padahal kalau kita mau menyadari bahwa tidak sepatutnya kita menyalahkan Tuhan atas apa yang terjadi dalam hidup kita, sebab semua yang terjadi dalam hidup kita sepenuhnya akibat “keinginan” kita sendiri. Merasa jauh dari Tuhan, karena belum kenal betul siapa Tuhannya. Seharusnya yang kita lakukan dulu sebelum beranjak untuk melakukan ibadah dan bangun malam adalah mengenali dulu Tuhan dengan benar dan utuh.

benarkah-menyalahkan-tuhan

Mengenali Tuhan adalah dengan mengenali ciptaanya, mengenali diri kita sebagai ciptaannya. Mengenali diri dengan utuh, memahami diri dengan sebenar-benarnya paham. Ketika kita sudah memahami diri dengan benar maka pastilah kita mengenali Tuhan dengan benar juga, kalau mengenali Tuhannya masih salah maka pasti penyebabnya mengenali dirinya masih salah. Sama halnya dengan perangkat smartphone kita, kalau kita mau membuka baterainya maka kita pasti menemukan siapa dan darimana pabrik smartphone kita. Kita harus belajar mengenali diri dengan benar, mengenali diri dengan utuh, memahami diri dengan sebenarnya-benarnya paham. Kunci mengenali Tuhan dengan benar adalah Mengenali diri dengan Benar. “Siapa yang mengenali dirinya maka pasti mengenali Tuhannya”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: