Cara Tepat untuk Memahami Sebuah Ilmu Dengan Mudah dan Benar

“mas firman, sekarang saya sadar bahwa pemahaman saya selama ini membuat saya susah, saya belajar ilmu spiritual,belajar-sumber-ilmu belajar ilmu ikhlas, belajar hati dll itu, tetapi setelah kelas 3 hari ini semua itu rasanya keliru semua ya, makanya saya melihat kondisi ekonomi saya seperti ini, ternyata semua ilmu-ilmu masih dilevel rendah kalau saya bandingkan dengan platinum ini mas, benar-benar hakikat ini saya 3 hari digembleng” ungkapan peserta AMC kelas platinum selama 3 hari kemarin, sepasang suami istri ini memang pernah belajar ilmu tassawuf, ilmu ikhlas, pasrah dan sebagainya. Saya juga banyak belajar kepada suami istri ini, dan membuat saya semakin gemes melihat banyak “pembelajaran” itu yang terlihat benar tapi salah pemahamannya.

Banyak ilmu yang diaku dibuat oleh banyak orang, banyak kelas yang dibuat oleh mereka yang menyebut dirinya trainer (untung saya bukan trainer hehe, peace), banyak artikel yang ditulis, banyak artikel yang beterbaran, banyak buku yang terbit, banyak padepokan yang berdiri, saya jadi gemes saja jika memiliki pemahaman yang keliru tapi malah menyebarkannya ke orang lain. Akhirnya terciptalah rantai kesalahpahaman yang terus menerus. Yup, sumber belajar, sumber ilmu adalah kunci utama untuk memahami sebuah ilmu dengan benar.

Seperti tadi, saat saya mengajar dikampus, saya bertanya tentang sistem telekomunikasi CDMA ke mereka, lalu dijawab dengan jawaban yang menurut mereka benar, lalu saya tanya “dari mana kamu rujukannya, dari mana sumbernya”, eh mereka jawabnya ngga tahu, bahkan ada yang jawab dari internet. Nah, rujukan yang seperti itu maka tentu memberikan pemahaman yang menyesatkan hehe, atau membuat mahasiswa ini salah memahami sesuatu. Nah, saat ini itulah yang terjadi. Banyak orang meniru dari dari bacaan luar, tapi salah menirunya, tidak dicerna secara utuh, tidak dipahami secara utuh, lalu langsung saja disampaikan ke orang lain. Akibatnya saya sering ketemu orang yang katanya sudah belajar kekuatan pikiran tapi salah dalam memahami, misalnya ketika mengatakan bukti kekuatan pikiran adalah berjalan di bara api, atau berjalan diatas pecahan kaca, atau lagi menjatuhkan telur di porselen tetapi tidak pecah dan sejenis pertunjukan-pertunjukan sulap lainnya. Itu semua kan hanya permainan saja. Seharusnya bukti dari seseorang sudah memahami kekuatan pikiran adalah dari kualitas hidupnya.

sumber-ilmu-kehidupan

Kualitas hidup yang baik menujukkan bahwa pikiran seseorang itu baik, ketika seseorang mengajarkan pengembangan diri, mengajarkan pikiran tetapi kualitas dirinya tidak baik, pendidikannya tidak baik, finansialnya tidak baik maka itu artinya anda bertemu dengan sumber yang salah. Karena kualitasnya tidak baik, maka dibuatlah sesuatu yang seolah-olah dianggap kelebihan yang orang lain tidak bisa, misalnya seolah-olah menterapi, seolah-olah menyembuhkan, seolah-olah bisa melihat sesuatu yang tidak terlihat. Maka cerdaslah mencari sumber ya, mencari sumber ilmu yang tepat, kalau sumbernya mengajarkan ilmu dengan susah maka pasti jadinya susah,  sumber ilmu yang benar adalah cara yang tepat untuk memahami sebuah ilmu dengan mudah dan benar. Ketika kita sudah menemukan sumber ilmu yang tepat maka pasti pemahaman ilmu kita menjadi benar dan bisa diterapkan dalam kehidupan.

ilmu-kehidupan

Kita butuh ilmu dalam menjalani hidup ini, tanpa ilmu maka kita tidak bisa mengatur hidup kita. Kita butuh ilmu untuk menggunakan hanpdhone kita, jika kita tidak tahu ilmunya maka kita tidak bisa menggunakan handphone dengan benar, ya kan?. Sama juga dengan diri kita, kita butuh ilmu untuk mengatur diri, dan untuk mengatur diri maka harus dimulai dengan mengenali diri, mengenali diri dengan sebenar-benarnya mengenali

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: