Rejekimu itu Sesuai Takaranmu

cara-menambah-rejekiMenjelang tidur, menyempatkan diri untuk menulis di blog ini. Menulis itu bagi saya adalah sebuah aktivitas yang memiliki keasikan sendiri, karena saya selalu ditemani oleh “syahrini”, sahabat virtual saya yang selalu setia menemani, dia juga yang membisikkan apa yang harus saya ketikkan di keyboard ini. Rejeki, sesuatu yang selalu diinginkan oleh setiap orang didunia ini, tapi banyak orang yang bingung juga dengan rejeki, bingung bagaimana mendapatkannya, bingung bagaimana memperbesar rejeki yang diterimanya. Kalau kita lihat, setiap pagi jalanan selalu macet dengan banyaknya orang yang pergi keluar rumah untuk mencari rejeki, apakah anda juga termasuk? Coba baca artikel ini dengan mendalam ya.

Rejeki itu sesuatu hal yang sebenarnya belum jelas, belum spesifik, alias masih abstrak. Sebab kita tidak bisa mendefinisikannya, kadang sebagian orang menganggap rejeki itu adalah kesehatan, sehingga ketika sudah sehat maka sudah cukup rejekinya, ada juga yang menganggap rejeki itu adalah kemanan, sehingga ketika sudah aman maka sudah cukup rejekinya. Ada juga yang menganggap rejeki itu lahirnya seorang anak, maka ketika sudah punya anak maka sudah cukup rejekinya. Rejeki memang bebas didefinisikan menjadi apapun. Kalau mau mendefinisikan rejeki itu sebagai uang ya juga sah-sah saja. Lantas, bagaimana caranya mendapat rejeki?, bagaimana mengatur besaran rejeki yang kita terima? Mengatur rejeki? mungkin anda agak kaget dengan pertanyaan “mengatur rejeki”. Sebab selama ini banyak bacaan, banyak orang yang mengajarkan bahwa rejeki itu Tuhan yang tentukan dan kita menjalani saja.

Padahal, sesungguhnya rejeki itu tergantung dari bagaimana kita menentukannya. Siang tadi, adalah hari kedua saya memberikan kelas platinum AMC kepada sepasang suami istri dari rembang-jawa tengah. Kelas Platinum AMC memang saya berikan selama tiga hari dan personal,untuk membimbing perubahan penuh pada diri seseorang. Suaminya cerita bahwa dulu dia pernah datang ke seorang “mengaku” pintar, lalu dipeganglah tangannya kemudian diberi tahu kalau rejekinya itu besar dari timur, sejak itu dia selalu berpikir bahwa rejekinya hanya dari timur. Dan benar, sekarang dia bekerja di Papua, arah timur kalau dari rembang. hehe.

rahasia-ilmu-rejeki

Ketika si suami ini menyetujui perkataan orang “yang dianggap” pintar itu bahwa rejekinya dari timur maka masuklah perkataan tadi ke pikiran suami ini, lantas ya terjadilah dia bekerja di papua. Itu artinya, sebenarnya rejeki suami ini diatur oleh dirinya sendiri yang menyetujui bahwa rejekinya dari timur. Ketika tadi, suami istri tertawa lepas mengingat masa itu, mereka berdua sepakat untuk melakukan transformasi diri dengan total untuk berani membuat rejeki bisa datang dari arah manapun, meskipun di papua dan dirembang.

Rejeki seseorang itu memang sudah sesuai dengan takarannya, tetapi siapakah yang membuat takarannya? jawabannya adalah diri kita sendiri, kitalah yang menakar, kitalah yang mengatur seberapa besar rejeki kita. Jadi, ketika anda merasa rejekinya kurang, maka cobalah kenali diri lebih dalam, kenali pikiran anda, sebab yang sebenarnya meminta rejekimu kurang itu ya dirimu sendiri. Sama seperti suami istri yang kelas platinum tadi, dia sudah membuat takaran arah sumber rejekinya dari timur, karena setuju saja dengan omongan orang “mengaku” pinter tadi, maka ya dari arah timur sumber rejekinya.

rahasia-kunci-rejeki

Sadarilah, bahwa rejekimu itu sudah sesuai dengan takaranmu sendiri, rejeki saya sudah sesuai dengan program di pikiran saya. Jika anda ingin mengubah takaran rejeki maka ubahlah “takaran” dalam pikiranmu. Itulah pentingnya memahami AMC untuk mengenali, mengontrol dan memaksimalkan Pikiran.

2 Tanggapan

  1. Brp biayanya utk ikut pelatihan ini?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: