Mahal atau Murah itu Relatif, lihatlah Manfaatnya

memperbaiki-kualitas-hidupMenjelang Idul Fitri sudah menjadi kebiasaan bagi masyarakat Indonesia untuk memadati tempat belanja, mall, dan kawasan pertokoan, coba deh anda lihat padatnya kawasan pertokoan dengan pengunjung, yang banyak diserbu adalah counter pakaian, dan untuk menarik pembeli banyak counter pakaian menawarkan diskon yang besar terhadap barang-barang yang dijualnya. Saya terkadang berpikir, ketika menjelang Idul Fitri banyak orang yang mendadak kaya mengeluarkan uangnya. Apakah makna Idul Fitri harus dilewati dengan pakaian baru? Memang tidak salah memberikan simbol pakaian baru untuk melambangkan kita semua telah melalui sebuah proses Ramadhan sehingga menjadi pribadi yang baru. Apakah harga pakaian itu lebih murah saat menjelang Idul Fitri ini?

Selepas tarawih malam tadi, saya pergi menemani untuk berbelanja juga ke salah satu mall di surabaya hehe, membelikan pakaian untuk keponakan, om dan tante. Juga kedua orang tua. Sambil berbelanja saya memperhatikan perilaku orang-orang disana, ada yang memilih barang diskon dengan harga yang lebih rendah, ada yang sibuk di barang counter obral. Tetapi ada juga yang memilih barang yang harganya lebih tinggi, disini saya melihat ada perbedaan pola pikir di orang-orang ini. Golongan pertama adalah yang melihat harga, sehingga membeli dengan harga yang lebih rendah tetapi kualitas yang juga kurang baik. Golongan kedua, adalah orang yang melihat kualitas barangnya, harga yang lebih tinggi tetap dibeli. Karena golongan kedua ini sudah paham bahwa dengan mengeluarkan uang lebih banyak pasti mendapatkan hasil yang lebih baik.

Ketika memilih sandal saya mencoba menjadi golongan pertama, saya pilih yang harganya lebih rendah, memang secara harga lebih rendah langsung saya coba pakai. Lalu saya berubah jadi golongan kedua, saya pilih yang kualitasnya bagus dengan harga yang lebih tinggi dan langsung saya coba. Memang dipakainya lebih nyaman yang harga lebih mahal. Ya memang mahal atau murah itu relatif ya, kita harus lihat kualitasnya. Akhirnya saya pilih jadi golongan kedua yang membeli barang terlihat lebih mahal tetapi kualitas bagus.

alpha-telepati-untuk-bisnis

Saya jadi ingat juga, siang tadi saya mendapat telepon dari seorang bapak,

Bapak :”mas firman AMC kok biayanya mahal, saya ingin privat, hutang saya banyak, apa gak bisa biayanya dikurangi pak ?”

Saya pun menjawabnya “mahal murah itu relatif pak, coba bapak pikirkan kalau bapak belajar AMC kemudian bapak mendapatkan manfaat yang besar, hutangnya cepat terlunasi”.

Bapak ini menyahut lagi “pak firman, pelatihan sejenis seperti money magnet, quantum2 itu lebih murah”.

Saya : “bapak pernah ikut ya, atau belum. Kalau belum silahkan ikuti saja yang program lain itu pak, biaya yang bapak tanyakan ke saya kan privat sendirian pak, menurut saya sudah cukup murah dengan manfaatnya”

Bapak : “iya saya pernah ikut 300ribu, tapi banyak orang dan hanya disuruh teriak-teriak, nangis-nangis”

Saya :” nah iya kan, itu bedanya AMC, karena saya ingin bapak mengenali pikiran bapak, bisa mengontrolnya dan memaksimalkannya”

Bapak : “baik kalau gitu mas, saya ikut yang privat sehabis lebaran saya pastikan tanggalnya”

testimoni-alpha-telepati

Memang jika dilihat secara nominal, belajar AMC terlihat mahal tetapi kalau dari manfaat setelah anda memahaminya maka pasti merasa menjadi murah biaya itu. Misalnya ketika seorang istri yang suaminya pergi lalu berhasil kembali pulang, tentu kebahagiaan ini sangat besar. Atau ada yang tokonya sepi menjadi ramai, maka tentu manfaatnya seumur hidup.

kelebihan-amc

Jadi kalau dilihat secara nominal jumlah memang terlihat besar, tetapi kalau sudah merasakan manfaatnya maka jadi sangat murah. Kalau saya bandingkan ke golongan orang di mall, maka jadilah orang kedua yang membeli sesuatu dari manfaatnya. Ketika anda memberikan sesuatu yang bermanfaat kepada diri anda, maka anda perhatikan kualitas kehidupan diri anda semakin baik. Selamat memilih ya.

 

Satu Tanggapan

  1. Mas Firman, kami sekeluarga mengucapkan selamat Haru Raya “Idul Fitri 1436H” Taqobal Allahu minna wa minkum. Syahrizal & keluarga

    Sent from Samsung Mobile.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: