Raih Kemenangan Sesungguhnya Di Hari Raya Idul Fitri Yang Penuh Kesucian

idul-fitriKetika melihat kalender hari ini terlihat idul fitri 1436 H tinggal satu minggu lagi, itu artinya bulan Ramadhan hanya tersisa tujuh hari lagi. Hari cepat berganti, waktu cepat berubah, rasanya baru sebentar saja kita merasakan Ramadhan, baru sebentar melihat masjid ramai, baru sebentar mendegarkan alunan ayat suci Al-Quran di malam hari, baru sebentar menyaksikan tayangan-tayangan penuh makna di semua stasiun televise, baru sebentar menyaksikan ramainya orang membeli takjil dan makanan berbuka puasa di sore hari, baru sebentar mendengar banyak orang bicara “ayo kalau marah dan emosi nanti batal puasanya”. Baru sebentar rasanya menikmati “perbedaan” suasana dengan bulan-bulan lainnya. Baru sebentar rasanya bulan penuh kebaikan ini.

Bulan Ramadhan memang hanya ada satu diantara 12 bulan dalam satu tahun, bulan Ramadhan memang hanya 1/12 bagian dari seluruh perputaran hari dalam satu tahun. Memang, kalau kita merasakan istimewanya Ramadhan pastilah kita meminta setiap hari adalah Ramadhan, setiap bulan dalam satu tahun adalah bulan Ramadhan. Tetapi Tuhan Maha Adil, coba anda renungkan kalau saja semua bulan adalah bulan Ramadhan, kalau saja semua hari sama seperti hari di bulan Ramadhan maka predikat “istimewa dan spesial” tentulah hilang dari bulan Ramadhan, tidak ada lagi keistimewaan, tidak ada lagi kekhususan, tidak ada lagi kelebihan. Karena hanya satu-satunya diantara 12 bulan, maka melekatlah keistimewaaan, kekhususan dan kelebihan di bulan Ramadhan ini.

Begitu bulan Ramadhan ini berlalu, maka kita memasuki bulan yang baru, bulan yang sering dikatakan oleh banyak orang sebagai bulan kemenangan, bulan yang fitri, bulan yang penuh kesucian, bulan yang baik untuk silaturahmi, bulan syawal. Idul Fitri adalah sebuah momentum, sebuah situasi yang memang diberikan oleh Tuhan, dijadwalkan oleh Tuhan bagi semua orang yang sudah menjalankan “program pembelajaran diri” selama bulan Ramadhan ini. Karena selama Ramadhan sudah menjalankan berbagai “training” untuk mengenali diri, dengan berbagai aktivitas seperti puasa, mengontrol emosi, mengendalikan diri, berlatihan menjadi tuan atas diri kita seutuhnya, maka seharusnya orang yang telah melalui semua itu dengan baik dan dengan tuntas, sangat wajar untuk diberikan sebuah penghargaan, untuk diberikan sebuah hadiah, hadiah yang membuat manusia kembali kepada fitrahnya sebagi penguasa diri, sebagai pengontrol diri, sebagai pemimpin bagi seluruh anggota tubuhnya.

Selama Ramadhan, kita diberikan program-program untuk membiasakan diri mengontrol perut, mengontrol makan menunggu adzan, mengontrol mulut untuk menahan bicara yang merugikan, mengontrol tangan untuk melakukan hal yang baik saja, mengontrol kaki untuk rajin beribadah, rajin pergi ke masjid, mengontrol semua kehendak diri, semua latihan ini adalah sebuah program pembiasaan diri agar setiap orang menyadari bahwa masing-masing dirinya adalah pemimpin. Pemimpin bagi seluruh anggota dirinya. Jika selama ini tangan dan kaki sering berontak, jika selama ini semua makanan ingin dimakan, maka selama Ramadhan ini, kita belajar menjadi pemimpin yang arif untuk mengendalikan semua itu. Bukan melarang sama sekali, sebab semua keinginan adalah hal yang memang juga dari Tuhan, yang diharapkan adalah mengendalikan semua keinginan itu.

selamat-idul-fitri

Dan seminggu lagi, program pembiasaan diri ini segera berakhir, kalau anda mampu membiasakan diri selama 1 bulan ini, itu artinya anda mampu menjadi pemimpin yang benar-benar memimpin, mengontrol dan mengendalikan penuh diri anda, itu makanya kita menjadi pemenang, menjadi seorang leader yang terlatih. Karena sudah menjadi pemimpin yang menang, menjadi seorang leader yang terlatih, maka diharapkan kita semua bisa menjalani 11 bulan kedepan dengan penuh kekuatan, penuh optimisme dan penuh dengan pengendalian untuk mencapai tujuan kita masing-masing. Itulah makna pemenang yang seharusnya kita semua dapatkan di tanggal 1 syawal nanti, di hari kemenangan, di hari Raya Idul Fitri.

Selamat hari Raya Idul Fitri..Mohon Maaf Lahir dan Bathin

::Firman Pratama::

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: