Firman Pratama

Memaknai Kata “MEDITASI” Lebih Dalam

Iklan

Meditasi, kata ini sering membuat banyak orang bingung. Ada yang suka dengan kata ini, tetapi banyak juga yang tidak suka dengan kata ini. Beberapa hari yang lalu saya mendapat sebuah bbm dari seorang perempuan kayaknya (nama dan foto di account bbmnya sih perempuan), mbak ini bertanya ke saya “pak firman, apakah di kelas AMC ada meditasinya?, saya ngga suka soalnya kalau pake meditasi pak, saya pernah ikut pelatihan2 pikiran gitu,ujung2nya disuruh meditasi”, lalu saya jawab, “yang mbak maksud dengan meditasi itu apa ya?”. Kemudian dijawab lagi sama mbk ini “itu lho pak, disuruh duduk bawah, bersila,semua pelatihan yang saya ikuti selama ini selalu seperti itu”

Saya jawab deh, “coba mbak lihat foto-foto pelatihan AMC, apa ada yang duduk bawah?hehe..”, mbak ini dengan simbol senyum membalas “:) ngga ada sih pak…”. Kata meditasi, selalu dimaknai sebagai posisi duduk bersila sambil pejam mata dengan posisi kaki dan tangan yang sudah ditentukan, kalau salah posisi maka dianggap salah meditasinya. Posisi dianggap menentukan hasil sebuah meditasi, ini pemahaman yang ada di msyarakat selama ini, seperti sabtu kemarin (31 Januari ’15) ketika ada kelas reguler AMC (Alpha Mind Control) di Jakarta, ada seorang bapak peserta yang senior secara usia dan juga secara pengalaman spiritual, saat sampai di materi “tempat kedamaian”, tiba-tiba dia mengambil posisi duduk meditasi dengan posisi jari yang disentuhkan, lalu saya sedikit tegur, “gak usah gitu pak tangannya” hehe..

Langsung bapak ini tersenyum ringan dilanjutkan tertawa, “bener juga ya mas firman, bukan posisinya yang penting tetapi kondisi pikiran kita, mau sambil berdiri, sambil jalan, sambil apapun juga bisa kita melakukan meditasi, kenapa dari dulu saya manut aja dengan posisi seperti itu hehe..”. Meditasi sebenarnya memiliki makna “sebuah tindakan sadar yang dilakukan untuk mengontrol dan mengendalikan pikiran, dengan mengkondisikan tubuh menjadi rileks dan santai”. Jadi meditasi adalah pengkondisian pikiran menjadi rileks dan santai (istilah ilmiahnya adalah di kondisi alpha), dan tidak harus dengan posisi tertentu yang ribet.

Karena alasan inilah, kenapa di kelas AMC, saya tidak pernah menyuruh peserta untuk duduk bersila dibawah, tetapi tetap aja duduk dikursi hehe. Sebab dalam posisi apapun, pikiran kita bisa dikontrol dan dikendalikan, yang penting kita tahu dan paham caranya. Meditasi adalah suatu perilaku yang seharusnya dilakukan oleh setiap orang agar hidupnya selalu damai dan tenang, meditasi dalam istilah saya adalah mengkondisikan diri di  alpha-state, karena itulah metode yang saya buat namanya ALPHA MIND CONTROL, yang maknanya adalah cara untuk mengontrol dan mengendalikan pikiran agar tetap di alpha, agar tetap dalam kondisi nyaman, santai dan tenang.

Alpha kalau dalam bahasa agama, disebut IKHLAS. Pemahaman ikhlas juga banyak salah dalam masyarakat kita, selama ini ikhlas sering dianggap perilaku yang tidak meminta, padahal bukan itu. IKHLAS sesungguhnya adalah sebuah kondisi dimana pikiran dalam keadaan rileks, santai dan tenang. Memang banyak pemahaman dalam masyarakat kita yang sudah berbelok dan aneh :), karena itulah perlu keberanian untuk mengembalikan banyak hal ke makna dan pemahaman yang sebenarnya. Sama halnya dengan MEDITASI, kalau selama ini dianggap sebagai situasi yang berhubungan dengan ilmu kebatinan dan mistis maka harus mulai diubah dan kembali kepada makna sebenarnya.

Meditasi harus dilihat lebih dalam maknanya, kalau kita hanya memahami hanya sebatas duduk bersila dan pejam mata dengan posisi tangan tertentu maka pemahaman itu adalah pemahaman yang sempit dan dibagian luar saja. Sebab yang namanya MEDITASI bisa dilakukan kapan saja baik mata terpejam ataupun mata terbuka, bahkan saya sering bermeditasi di coffee shop sambil menikmati segelas cappucino ice 🙂

Iklan