Ilmu sama,tetapi “pengajar” berbeda, pasti hasilnya beda

guru_sejatiSetiap menulis artikel di blog ini pasti memiliki alasan dan sesuai dengan pengalaman yang saya alami, dalam minggu ini saya sering bertemu dengan peristiwa yang mirip dengan judul artikel diatas. Ilmu sama, pengajar beda maka hasilnya beda. Anda pasti bingung? santai saja ya, sebuah kebingungan itu tandanya, otak anda mulai bekerja, bekerja untuk apa? bekerja untuk mencari infomasi yang tersimpan di pikiran anda, dan ketika tidak ditemukan terjadilah “bingung” atau dalam istilah IT muncul popup message “file not found”. Coba deh anda cari file di laptop anda, yang tidak ada, pasti keluar sebuah pemberitahuan bahwa “data tidak ditemukan”. Cara kerja seperti ini sama dengan otak dan pikiran anda, ketika informasi tidak ditemukan muncullah “bingung”.

Jadi benar dong, peryataan saya tadi bahwa ketika anda bingung maka otak anda bekerja hehe. Kalau anda ingin memahami kerja pikiran maka perlu mempelajari juga tentang struktur dan organisasi computer sebab sama cara bekerjanya dengan PIKIRAN kita. Berarti seorang pakar pikiran yang benar itu tentu yang merangkap sebagai pakar IT hehe. Dalam system IT, baik itu computer, handphone, gelombang dll sebenarnya meniru system yang ada dimanusia, system yang ada dikita. Kalau handphone dan laptop bisa berhubungan walaupun jaraknya jauh, maka manusia juga bisa saling mempengaruhi walaupun tidak bertatap muka, alasan inilah yang membuat saya menciptakan metode “ALPHA TELEPATI” , klik infonya disini

buku-alpha-telepati

Hari sabtu kemarin, saya terpaksa harus ke salah satu site BTS saya karena jaringannya mengalami masalah. Sebelum saya kesana sudah ada staf yang lebih dulu kesana, tapi masalah belum selesai. Ketika saya tiba di lokasi, saya langsung “scanning” titik demi titik. Akhirnya saya menemukan masalah di kabel yang bermasalah, langsung saja saya menyuruh mereka untuk mengganti kabel dan masalah pun selesai. Saya pun bertanya ke staf saya, “kok lama sekali masalah gini aja”. Dia pun menjawab, “biasanya kan di server,jadi ngurusi server aja mas”. Dari peristiwa ini saya mencoba menarik sebuah kesimpulaan, antara staf dan saya tentu kuliah sama, ilmu yang didapat juga sama, bahkan kalau transkrip dibandingkan maka pasti sama mata kuliahnya. Tetapi kenapa penanganan berbeda? karena dosen saya dan dia berbeda, dan dosen saya lebih sering mengajarkan pengalaman dia di lapangan, sementara staf saya dosennya hanya teori saja. Mata kuliah sama, dosen beda, maka hasil beda kan.

Sebelumnya saya yang juga sebagai dosen disalah satu perguruan tinggi di Surabaya, disapa oleh seorang mahasiswa yang katanya mau pindah kelas dari kelas dosen lain menjadi kelas saya. Tentu saya menanyakan alasannya “kenapa jadi pindah kelas mas”. Mahasiswa itu menjawab “maaf pak, kalau dikelasnya bapak A itu saya tidak ngerti2 mata kuliah itu, tapi kalau di pak firman kata teman2 lebih enak dan praktis sehingga teman2 lebih mudah mengerti,karena itu saya mengajukan pindah kelas”. Saya pun menjawab “kelas saya untuk MK itu sudah penuh 40 orang,nanti malah susah lho kamu”. Mahasiswa itu menjawab “Ngga apa-apa pak,saya lebih senang kelas bapak”

cara-sukses-yang-cepat

Ini lagi terjadi peristiwanya, Mata Kuliah yang sama tetapi mahasiswa memilih kelas yang dianggap nyaman dosennya, sebab figure pengajar menentukan terhadap tingkat kepahaman terhadap suatu ilmu. Hal seperti ini, saya juga temukan di minggu lalu saat ada seorang bapak peserta privat AMC dari Jakarta yang datang ke Surabaya. Sore harinya beliau bercerita bahwa dirinya pernah juga belajar tentang hipnotis,hipnoterapi,kekuatan pikiran dan sejenisnya tapi mendapat sebuah pemahaman berbeda ketika bertemu saya. “Mas firman, saya benar-benar clear dan jelas setelah ketemu mas hari ini, padahal saya sudah belajar hipno dan sejenisnya, tapi setelah seharian belajar AMC saya merasa ilmu2 yang dulu masih rendah sekali levelnya ya mas”

training firman pratama

Saya pun menjawab “Itulah prosesnya pak, bukan salah ilmunya, karena sama juga ilmunya. Juga bukan salah yang ngajar sebelumnya karena mereka memang sebatas itu pemahamannya”. Siapa yang mengajari anda, itu menentukan kualitas hasil dari suatu ilmu yang anda pelajari. Dulu ketika saya masih kuliah S1 dan S2 juga sering memilih dosen juga agar mudah menerima pemahaman, sebab ilmu yang sama tetapi pengajar berbeda maka pasti hasilnya beda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: