Cara Praktis dalam Membuat Target Hidup

cara-mencapai-target“Mas Firman, saya mau cerita tentang target-target dalam hidup saya, kenapa sedikit sekali yang terpenuhi ya, apa salahnya ya mas?dari 10 target hanya 1 saja yang terpenuhi mas..saya sudah berusaha keras memenuhi target itu, tapi kayaknya susah mas…” kata seseorang yang datang menemui saya di kantor Wahana Sejati hari Rabu 2 minggu kemarin. Apakah anda juga pernah mengalami masalah seperti itu?merasa terbebani dengan target yang anda buat sendiri, atau yang dipaksakan oleh perusahaan anda? sehingga satupun target itu tidak terpenuhi. Dan membuat hidup anda tersibukkan dengan segala TARGET dan TARGET yang harus dipenuhi dengan segala usaha dan cara, anda Pernah?

Apa yang salah sebenarnya? itu kan yang sering anda pikirkan. Kepada orang tadi, saya katakan “yang salah adalah karena bapak membuat TARGET itu sebagai TARGET..kalau ingin lebih jelas bapak ambil program AMC Privat ya” saran saya kepada bapak itu. Entah kenapa, bapak itu menjawab..”saya paham dengan kalimat mas firman, bahasa ini sangat tinggi, saya salut dengan mas firman..saya salah mas…karena sudah membuat semua TARGET saya menjadi TARGET..betul ini mas”, wah bapak sudah paham kalimat saya ya.he.he. Lalu bapak ini melanjutkan lagi, “beri saya waktu 2 minggu mas, saya pasti mendapat uangnya untuk ambil privat, karena seperti mas firman bilang, kalau biaya itu adalah bagian dari pembelajaran AMC, bukan sebagai “biaya”, ini sekarang saya menjadikan TARGET 2 minggu sebagai kebutuhan dan kesenangan saya, betul gitu kan mas.he.he..saya hanya ada 200ribu mas untuk DP bahwa saya butuh dan senang denga target saya “

semangat-meraih-target

Lalu kenapa saya baru tulis malam ini artikel ini kalau kejadianya sudah hari Rabu minggu lalu. Mungkin ada yang berpikir seperti itu kan?Karena, tadi sore bapak ini menelpon saya, lalu bilang “saya sudah dapat biaya pelunasan untuk privat AMC mas, saya sudah transferkan ke rekening mas firman, tinggal saya atur waktu saya mas agar bisa cuti dikantor, target saya terpenuhi mas he.he..saya sangat paham sekarang membuat target yang “bukan” target, dan ternyata sangat powerfull mas, jadi semakin semangat belajar lebih di privat mas”

Banyak dari kita sibuk membuat TARGET, dan menjadikannya TARGET, yang namanya TARGET maka pasti menjadi BEBAN, karena jika kita memikirkan TARGET pasti yang tergambarkan adalah pertandingan menembak atau memanah, dimana targetnya jauh dan kita harus fokus betul baru bisa mencapai TARGET itu. Seolah-olah kita melakukan sesuatu yang keras dan payah dalam mencapai TARGET itu. Kondisi inilah yang membuat diri anda menjadi susah dalam meraih TARGET itu, dan membutuhkan usaha yang besar. Ayo coba adna ingat lagi? ya kan? anda membuat TARGET atau diberikan TARGET sebagai sebuah TARGET yang harus dicapai, jadi kita terbawa ke dalam suasana pencapaian sesuatu yang jauh dari posisi diri kita.

membuat-susah-menjadi-mudah

Cara Praktis untuk membuat TARGET adalah MENJADIKANNYA BUKAN sebagai TARGET, melainkan sebagai KESENANGAN dan KEBUTUHAN, bahwa diri anda senang saat memenuhi TARGET itu, jadi yang anda pikirkan adalah diri anda sendiri, bukan gambaran TARGET yang jauh sehingga butuh USAHA keras untuk mengejarnya. Ya kadang, pemahaman TARGET adalah TARGET sudah melekat sejak dulu, tapi apakah salah jika saya mencoba sedikit mengubah pemahaman itu dan ternyata sudah terbukti hasilnya powerfull, yang seharusnya 2,3 juta sisa biaya privat AMC dipenuhi dalam 14 hari, tetapi dalam 12 hari sudah terpenuhi. Karena TARGET dibuat bukan untuk menjadi TARGET, simpel kan? ya sebenarnya memang hidup ini simpel dan sederhana saja rumusnya, jika kita membuatnya simpel.

Bahkan seringkali, dalam kelas reguler AMC, banyak peserta yang mengatakan “Semua terasa simpel mas, jadi mudah aja klo tahu seperti ini ya mas rumus, tidak perlu yang ribet-ribet” . Kalau memang bisa mudah, buat apa dibuat rumit kan, jadi inget ucapan GUS DUR yang terkenal “Gitu aja kok Repot”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: