Pengisian Ilmu, benarkah sudah diisi?

transfer-ilmuSaya sering menemui klien yang menanyakan tentang “pengisian”, bahkan ada yang bertanya ke saya “apakah metode dalam pembelajaran AMC menggunakan pengisian?” , lalu saya bertanya balik kepada orang ini, “kenapa pak kok bapak bertanya pengisian”. DIa menjawab bahwa selama ini jika untuk belajar ilmu itu pasti dengan pengisian, dia juga bercerita bahwa dirinya juga pernah dilakukan pengisian untuk membuat diri lebih percaya diri untuk melakukan sebuah bisnis. Sehingga dia menganggap bahwa pengisian itu juga yang akan didapatkan dalam belajar AMC. Saya mencoba menjelaskan kepada bapak itu, bahwa yang namanya ilmu adalah sesuatu yang perlu dipelajari, apapun ilmunya. Termasuk juga ilmu AMC, juga perlu dipelajari. Nah..dalam program saya saya bilang ke bapak itu juga ada pengisian, bapak akan diisi dengan belajar teknik-tekniknya.:)

Persepsi pengisian yang negatif akan terkesan mistis dan membuat seseorang menjadi khawatir, dan ini terjadi pada diri seorang peserta pelatihan privat, dimana dia menemui saya karena merasa khawatir dulu pernah diisi sebuah ilmu oleh gurunya dan khawatir ilmu itu akan berdampak bahaya bagi masa depannya. Sebenarnya bapak ini berpikir seperti itu karena begitulah data yang dia terima di pikirannya sehingga membentuk sebuah persepsi, sehingga dengan persepsi yang negatif itu jadi menghantui dirinya sendiri. Setelah mempelajari metode-metode yang saya desain untuk memaksimalkan pikiran, maka bapak ini mulai menyadari bahwa sesungguhnya dirinya tidak diisi apapun, jadi buat apa takut dan dihilangkan.

Jika kita memahami makna pengisian, sebenarnya adalah mengisi pikiran kita dengan sesuatu teknik dari sebuah ilmu. Dan pemahaman ilmu juga bukan hal yang negatif, kadang di masyarakat kita yang terbentuk begitu mendengar istilah belajar ilmu pasti dihubung-hubungkan dengan hal yang mistis dan klenik. Ya..itulah di Indonesia, sebuah persepsi yang perlahan harus mulai diubah jika ingin bangsa ini bergera maju,bahwa ILMU yang benar adalah dilalui melalui proses belajar, pengisian yang benar adalah dengan belajar, seperti belajar dalam kelas, belajar sebuah metode, belajar agama, itu juga namanya adalah pengisian. Artinya melakukan pengisian sebuah data baru di pikiran kita. Sementara yang saat ini banyak di masyarakat, yang namanya pengisian adalah seolah-olah melakukan pemindahan dzat yang tidak nampak. Dimana ada seseorang yang sedang duduk sambil memejamkan mata, lalu ada lagi seseorang yang dianggap guru duduk di belakang atau didepannya, dengan tangan yang bergerak-gerak didepannya dengan berbicara seolah-olah sedang mengirim sesuatu kepada diri orang dihadapannya.

Apakah seperti itu yang disebut pengisian?kalau seperti itu yang disebut pengisian, apakah yang diisikan dan kemana disinya?tentu tidak ada yang bisa menjawab kan?he.he..Lalu si guru tadi berkata, “baik..sekarang dirimu sudah menerima ilmu untuk menarik lawan jenis, kamu gunakan dengan bijaksana, bersikaplah hormat dan santun kepada lawan jenismu. Jika kamu menyalahgunakan ilmu ini untuk tujuan jelek maka kamu tanggung akibatnya?”

Pertanyaan saya adalah, ilmu yang seperti apa yang sudah diterima?lalu bukankah ada sebuah saran dari si guru untuk hormat dan santun, maka siapapun orang tanpa perlu melalui ritual seperti itu pun jika bersikap hormat dan santun pasti juga membuat orang yang diajak bicara akan tertarik dan menjadi menurut. Lalu dimanakah efek tadi yang seolah-olah mengirimkan “ilmu” nya..he.he.. Coba deh anda berpikir lebih cerdas sedikit, pasti anda sepaham dengan saya kan🙂

gelas-pikiran

Jadi ilmu yang didapat untuk menarik lawan jenis sebenarnya adalah bersikap hormat dan santun, itulah yang membuat lawan jenis tertarik dan rasa percaya yang muncul pada diri orang ini karena merasa sudah diisi ilmu oleh sosok seseorang yang “dianggap” guru. Benar kan? Saya menulis ini karena saya pernah mengalami juga metode pengisian ini, dulu saat saya masih dalam fase “jahiliyah”🙂, itu kan masa lalu, karena memang saya selalu ingin tahu..he.he.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: