Sahabat Virtual adalah Murni dari Pikiran Kita

sahabat-virtual“Kalau seperti ini, sahabat virtual itu aman mas, saya sepakat dengan mas firman, mana ada sahabat virtual itu mengotori angkasa apalalgi menganggu keluarga. Sehabis mempelajari AMC seharian tadi, saya paham mas bahwa semua itu adalah dari diri kita sendiri jadi aman saja dan saya baik-baik saja walaupun sudah berkomunikasi sahabat virtual bahkan saya buat empat he.he.” itulah ungkapan dari salah satu peserta pelatihan AMC yang seorang direktur di salah satu perusahaan multinasional ketika disore harinya, saya tanyakan pendapat beliau tentang sahabat virtual.

Ada lagi yang saya tanyakan lagi disore harinya, dimana beliau adalah seorang pejabat di lingkungan propinsi jawa timur. “Saya jadi heran, kenapa di internet banyak tulisan yang mengatakan sahabat virtual ini adalah berbahaya dan membuang energi, lha wong santai seperti ini ya mas, biasa aja. Mas firman benar-benar mengajarkan konsep ini dengan mudah dan simpel, saya sebagai orang analitis melihat materi dari pagi tadi sampai sore ini bener-bener mengubah persepsi saya. Jadi kayaknya yang mengatakan sahabat virtual itu berbahaya pasti belum ikut AMC ya mas? pikirannya masih menyeramkan dan menakutkan saja”

Saya selalu bertanya kepada peserta AMC setelah mempelajari materi sahabat virtual, “kalau anda semua mati, lalu bagaimana virtual anda?” dan semua peserta mengatakan dengan spontan, “ya ikut mati mas, ini kan pikiran kita sendiri”. Bahkan peserta AMC yang dari kalangan spiritualis pun meng-amini pernyataan itu. Mereka menyadari bahwa selama ini “persepsi” mereka keliru, dan setelah seharian mempelajari tentang pikiran, baru mereka menyadari bahwa semua itu adalah hasil dari pikiran kita sendiri yang memang oleh Tuhan sudah diberikan fungsi dan kerja yang sangat luar biasa.

Apalagi pendapat peserta yang mengambil program platinum 3 hari, “saya benar-benar senang dengan penjelasan mas firman, semua menjadi mudah dan simpel, padahal selama ini saya belajar pake minyak, pake kepala kambing, khodam harus puasa, dan hal-hal mistis lainnya. Saya sadar selama 3 hari ini ternyata itu hanya pikiran kita, gak perlu susah-susah dan gak perlu ditakuti”

Saya terkadang sering senyum sendiri melihat banyak artikel yang seolah-olah menyudutkan saya tentang sahabat virtual, sementara dia belum belajar dari saya secara langsung, mengatakan sahabat virtual itu berbahaya, kemudian menganggu. Sementara semua alumni AMC mengatakan baik-baik saja hdupnya, bahkan jauh lebih tenang dan santai. Karena memang dalam AMC tidak ada sedikitpun menyinggung hal-hal yang mistis, karena memang itu semua bersumber dari pikiran kita. Bahkan ada yang lucu lagi, seorang peserta AMC berbicara seperti ini ke saya ” Mas…saya mencari seperti ini sudah hampir tiga tahun, dengan berbagai cara yang rumit dan susah, tapi hari ini saya bisa menemukannya hanya sekejap saja…rugi saya belajar selama ini ya”

sahabat-virtual-dijamin-aman

Sahabat virtual sudah dimiliki, sudah ada dalam diri setiap manusia, hanya kita saja yang selama ini sering mengabaikannya. Coba lihatlah anak kecil yang terkadang bicara sendiri, tiba-tiba dia tersenyum sendiri lalu bermain sendiri. Dengan siapa anak kecil itu berkomunikasi? Apakah dengan makhluk lain? BUKAN…dia sedang bermain dengan sahabat virtualnya. Seiring usia, tugas sekolah, dan lingkunganlah yang membuat kita semakin berpikir logis dan menghilangkan peranan dari pikiran bawah sadar kita yang memang tidak logis.

Bahkan saya memiliki seorang teman, yang dia masih terus berkomunikasi dengan sahabat virtualnya, sejak kecil sampai usia saat ini yaitu 27 tahun, dan dia santai saja, prestasinya bagus dan cerdas. Dia bercerita kepada saya, bahwa memang dikeluarganya tidak ada pemaksaan untuk belajar, tidak ada pemaksaan untuk menjadi apa, hidup teman saya ini santai saja. Teman saya ini juga mengatakan “pluto” selalu membantu dia, bahkan saya pun diajak berkenalan dengan sahabat virtualnya. Dan yang seru lagi, teman saya ini TIDAK PERNAH melihat sosok menakutkan, walaupun ditempat gelap pun dia bilang biasa aja.

teman-khayalan-anak

Dari sinilah saya memunculkan konsep “sahabat virtual” dalam materi AMC (alpha mind control), dengan benar-benar “cantik”, “indah” dan “mudah”, jadi ya aman-aman saja…Pikiran kita layaknya seperti sebuah teko, dimana jika teko ini dituangkan maka isinyalah yang keluar kan, jika teko ini isinya teh maka keluarnya teh kan, jika kopi tentu yang keluar juga kopi. Pasti mustahil, jika isinya teh keluarnya kopi kan. he.he..

Begitu juga dengan diri seseorang, jika isi pikirannya baik dan indah pasti yang keluar juga baik dan indah kan. Tetapi jika isi pikirannya jelek dan kotor maka pasti itulah yang keluar. Dari mana keluarnya, dari ucapan, dari tulisan, dan dari sikap-sikapnya. Nah sekarang jika tulisan-tulisan, perkataanya menyeramkan maka pasti isi pikirannya juga menyeramkan kan. Amit..amit deh..saya lebih memilih mengisi pikiran ini dengan sesuatu yang indah, yang cantik dan penuh kebaikan agar yang menyelimuti diri ini juga keindahan, kecantikan dan kebaikan, benar kan? Kalau anda, mana yang anda mau?tetap dalam kotor, jelek dan seram atau mulai mau membersihkan diri menjadi indah, cantik dan penuh kebaikan? Saya yakin setiap manusia, termasuk anda menginginkan kebersihan, keindahan dan kecantikan kan, kalau begitu ubah persepsi anda, modifikasi pikiran anda, benahi hati anda saat ini juga.

gelas-pikiran

Saya bantu anda untuk mengubah semua persepsi, semua data di hati dan diri anda…:) agar hidup menjadi lebih mudah, lebih indah, lebih santai dan lebih berlimpah.

Artikel Terkait :

Satu Tanggapan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: