Pertandingan Indonesia melawan Belanda layaknya Bang Pitung versus Kompeni

indonesia-melawan-belandaPertandingan semalam, antara Indonesia dan Belanda cukup menarik banyak peminat bola di tanah air itu terlijat dari padatnya GBK dengan supporter Indonesia yang memakai seragam warna ijo, saya yang tidak begitu mengikuti berita tentang rencana pertandingan ini juga merasa heran, kenapa pake seragam yang warna ijo ya, lalu kemana seragam merah-putihnya. Meskipun saya hanya melihat melalui layar kaca televisi (kan saya lagi di surabaya), ketika dilakukan wawancara kepada para supporter, banyak kecewa kenapa harus menggunakan kostum wana ijo, dan itupun berlaku kepada timnas kita. Karena kostum kebanggan timnas adalah merah-putih, tapi setelah mendengar penjelasan dari promotor acara itu dan pelatih tim belanda  yang juga diwawancara bahwa, promotor menginginkan tim belanda datang dengan warna orange.

Kalau belanda sudah dengan warna orange yang notabene adalah warna gelap, maka lawab haruslah warna cerah, sehingga tidak mungkin menggunakan warna merah, dan timnas belanda tidak mungkin mengganti kostum karena mereka hanya membawa kostum orange kebanggan mereka. Jadi timnas kita lah yang harus mengalah, untuk menggunakan kostum cerah yaitu putih-ijo. Pertandingan Indonesia-Belanda mengingatkan saya pada jaman penjajahan dulu, yaitu kisah bang pitung dengan kompeni, kan pas tuh pertandingannya di jakarta, he.he..

Ketika pertandingan berjalan di babak pertama, skor masih imbang kacamata 0-0, terlihat bagaimana semangatnya anggota timnas kita dengan begitu ngotot untuk bermain meskipun polanya terlihat bertahan. Saya tidak tau apa yang ada dipikiran penonton GBK, mendukung timnas garuda ataukah ingin melihat RVP (robert van persie) bermain secara langsung. Jika dibandingkan dengan jaman dulu kisah bang pitung mampu melawan kompeni dengan sendirian karena memiliki motivasi yang tinggi untuk mengusir penjajah, sehingga pasti berjuang all-out untuk melawan penjajah. Berbeda dengan malam tadi, semangat andik dkk hanya untuk bermain dan melatih diri, karena mungkin sudah tertanam dipikiran bawah sadar mereka bahwa timnas belanda sangat kuat dan sulit dikalahkan.

gol-belanda-menjebol-gawang-indonesia

Belanda dengan kekuatan fisik yang lebih bagus, akhirnya dengan mudah menjebol gawang kurnia mega sebanyak 3x, dan membuat kedudukan 3-0. Walaupun jarak antara gol pertama, kedua dan ketiga cukup lama. Seharusnya pelatih Jacksen F Tiago, menanamkan ke pikiran para pemanin agar meniru sikap dan karakter dari bang pitung saat melawan kompeni, kalau perlu diberikan sugesti kepada para pemain agar membuat malu timnas belanda untuk membalas sakit hati masa penjajahan. Itu kalau saya yang menjadi manager timnas ya..he.he..

Perlawanan andik dkk sudah maksimal, kekalahan stamina membuat timnas garuda terlihat menurun performanya mulai menit ke 65, sementara tim orange terlihat masih mampu melempar senyum lebar ke penonton di GBK, Terlihat jelas memang ekspresi kelelahan di timnas kita, ini mungkin yang harus diperbaiki jika ingin timnas kita bisa masuk ke ajang internasional yang lebih bergengsi. Semangat bang pitung sudah terlihat dalam pertandingan semalam, namun bang pitung di era kemerdekaan jauh lebih lemah dibanding dengan bang pitung di era penjajahan. Itulah karakter manusia, ketika masih dalam kondisi yang “tidak nyaman” atau “kepepet” pasti mengeluarkan segala kemampuannya. Namun ketika sudah menimati zona nyaman maka menjadi terlena dan menikmatinya.

Padahal manusia dimana-mana ya sama, pemain belanda dengan pemain kita juga sama, tidak ada yang berbeda, Tingginya mungkin berbeda, faktor support dari luar dalam bentuk latihan dan nutrisi pasti berbeda. Hmm..saya jadi ingat perbedaan mencolok, dari kedua tim ini tadi malam, saat break sebentar di menti 80an, timnas belanda langsung menepi dan mengambil minuman dengan wadah yang cukup bagus, sementara timnas kita menepi dan mengambil air mineral. Entah saya tidak tahu apa isi dari minuman timnas belanda itu, yang jelas itu saya melihatnya sambil senyum-senyum. Inikah perbedaan tim bang pitung dan tim kompeni yang membuat performansi dilapangan berbeda? Dan saya teringat lagu..”aku suka singkong, kau suka keju…Ow..ow..”🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: