Membayar hutang dengan Gali Lubang dan Tutup Lubang

gali-lubang-bayar-hutangBerhutang adalah sebuah cara yang sepertinya setiap orang pernah melakukannya, baik itu kepada orang lain, saudara atau orang tua, atau yang sekarang lagi ngetren adalah berhutang kepada lembaga pembiayaan keuangan, seperti bank melalui kartu sakti yang disebut kartu kredit. Benar kan, disebut kartu sakti, karena bisa memiliki barang walaupun tidak memiliki uang sejumlah nilai barang tersebut. Walaupun sampai sekarang saya lebih memilih setia dengan kartu debit daripada kartu kredit🙂. Karena kartu debit, jelas uangnya ada bukan berhutang, yang ada hanya membuat praktis untuk tidak membawa uang cash kemana-mana.

Kenapa saya menulis tentang hutang ini, karena saya pun punya hutang yaitu cicilan mobil yang harus dibayar. He..he…Bahkan tidak ada seorang pun didunia ini terlepas dari hutang, meskipun bukan hutang benda fisik, bisa juga hutang kebaikan, atau hutang nyawa atau apalah🙂, ya kan? Saya teringat, waktu ada seorang klien yang minta kelas privat ke saya karena memiliki masalah hutang, dia ingin belajar AMC untuk membantu menyelesaikan hutangnya. Lalu diawal saya bertanya kepada bapak ini, selama ini bagaimana caranya bapak membayar hutang, dia pun menjawab “gali lubang, tutup lubang mas”. Entah apa saya yang kurang nyambung, spontan saya menjawab :”wah hebat tuh pak, bapak tetap berusaha menggali lobang, kalau tidak menemukan yang diinginkan ditutup lobangnya”. Bapak ini pun kaget, “lah hebat gmana mas, itu kan artinya membayar hutang dengan mencari hutang yang lain, kok jadi hebat” dengan nada bingung..

terjebak hutang

Nah..ketika sudah mulai jalan pelatihan kita, bapak ini mulai memahami tentang cara kerja pikiran, cara mengontrolnya. Lalu dia menyahut, “saya paham maksud pepatah gali lubang tutup lubang itu mas, betul yang mas firman tadi katakan gali lubang adalaha suatu upaya untuk berusaha menemukan sesuatu dari galian itu, jika dalam lubang itu tidak ditemukan apa-apa, maka galiannya ya harus ditutup, agar bisa membuka lubang yang lain lagi”, gitu kan mas…saya setuju mas..

Saya pun berpikir sambil tersenyum, karena ini kelas privat maka suasana terasa lebih bebas maklum hanya berdua saja. Saya juga baru menyadari bahwa konsep pemahaman masyarakat kita tentang gali lubang tutup lubang itu salah dan menyesatkan. Jelas-jelas gali lubang, artinya kita disuruh berusaha menggali lubang untuk mencari air (baca :solusi hidup), kita gali yang dalam, ketika sampai dalam juga tidak menemukan air, maka caranya adalah tutuplah lubang tadi, jangan dibiarkan terbuka karna nanti berbahaya. Lalu lanjutkan dengan mencari lubang lainnya, mulai menggali lagi untuk menemukan air didalamnya, Pekerjaan ini dilakukan berulang, bagi pemula sebab belum memahami tanah seperti apa yang ada airnya, namun bagi yang sudah ahli tentu sudah memiliki “feeling” yang kuat dimana ada sumber air.

Falsafah gali lubang tutup lubang ternyata falsafah yang mulia, karena para nenek moyang dulu melatih kita untuk berusaha dulu, setelah berusaha berhasil maka kita jadi ahli dalam melakukan lagi, itu kan proses pembelajaran, tapi entah kenapa di jaman sekarang arti dari falsafah ini menjadi konotasi yang jelek, dianggap membayar hutang dengan berhutang. Siapa nih yang membelokkan, atau saya saja yang berpikiran “nakal” tentang kata gali lubang tutup lubang ini, Tapi dengan berpikir nakal ala saya seperti ini membuat pikiran anda menjadi tenang kan, dan menjadi semangat untuk menggali lubang terus sampai menemukan air….he..he..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: