Seperti Katak dalam Tempurung, Terjebak dalam Kekuatan Jimat

melepas-pikiran-lamaKatak dalam tempurung, itu istilah asli Indonesia yang begitu terkenal untuk mengistilahkan seseorang yang  sering terjebak dalam pemikiran di masa lalunya. Padahal orang itu sudah mengalami kesusahan akibat pola pikirnya yang salah, tapi tidak mau menerima pendapat atau masukan dari orang lain. Kebanyakan orang sudah merasa benar dengan pemahamannya yang didapat sejak kecil, sehingga seolah menutup diri dari pendapat orang lain, dan ini adalah sebuah kesalahan besar, karena saat kita menutup diri dari pendapat orang lain maka kita akan terus terjebak dengan kehidupan sekarang, tapi tidak tahu lagi jika merasa nyaman dengan pendapat yang sudah dianut sejak dulu…he.he..

Ketika disebuah kelas privat, saya bertemu dengan seorang peserta yang dia mengaku adalah cucu dari seorang spiritualis terkenal di jawa barat (dukun.he.he..). Masih muda sekitar usia 30tahun, memang dia menghubungi staf saya untuk dijadwalkan kelas privat agar lebih bebas bertanya. Saya baru tahu dia dengan keturunan dukun ya saat sudah mengikuti kelas training, dimana dia cerita bahwa dirinya adalah cucu dari si X yang katanya merupakan ketua persatuan dukun di jawa barat (ada ya persatuan gitu..), Dia mengatakan lagi bahwa tertarik dengan materi saya di Alpha Mind Control karena mengatakan tanpa ritual, tanpa gaib, tanpa puasa dan tanpa klenik. Rasa penasarannya yang membuat dia ikut mengambil privat AMC. Dia juga bercerita bahwa dirinya memiliki jimat yang bisa membuat tangannya mengeras dan tidak merasa sakit saat dipukul. Dia pun mengatakan bahwa selama ini sudah belajar banyak hal dari kakeknya, tapi kakeknya malah menyuruhnya untuk menemui saya agar lebih dalam ilmunya.

keluar-dari-masa-lalu

Nah..disini saya melihat bahwa kakek dari perserta ini yang katanya adalah seorang spiritualis hebat masih mau menyuruh cucunya untuk terus belajar, kakek ini berusaha agar cucunya tida terkurung dalam “tempurung” yang sempit dan terlihat nyaman selama ini. Tetapi dari peserta ini yang sedikit agak “ngeyel” karena beranggapan bahwa jimat pemberian kakeknya begitu sakti. Dia pun membuktikan dengan memegang jimat itu sambil memejamkan mata dan memang terlihat tangannya menjadi keras, bahkan saya pukul sangat keras. Lalu dia membuka mata lagi sambil berkata, saya sebelum diberikan jimat ini, saya harus puasa mutih mas sambil terus berlatih bernafas dan meditasi selama 30hari.

kekuatan-tangan

Saya sedikit berpikir “gila”, bagaimana caranya untuk mengeluarkan peserta ini dari “tempurung” nya, aha…saya pun menemukan ide, dengan melihat kertas jimatnya, ukurannya dan besarnya. Lalu saya suruh peserta tersebut memejamkan mata sambil mengenggam jimat itu, dan terbukti tangannya mengeras. Kemudian, saya suruh buka tangannya, saya ambil jimatnya dan saya ganti dengan kertas lain yang berat dan warnanya sama. Saya suruh deh untuk kembali pejam mata, sambil saya berikan “sugesti”. Anda tahu…bagaimana tangannya..LUAR BIASA..tangannya tetap mengeras walaupun jimatnya sudah saya ganti dengan kertas.

Saya suruh dia untuk kembali membuka mata, dan melihat apa isi tangannya. Begitu kagetnya bahwa yang ada ditangannya adalah sebuah kertas baru berwarna putih dengan tulisan “saya kuat”. Pesert ini pun menyadari, dan mengatakan “kalau begitu kekuatan itu dari dalam diri kita ya mas…bukan dari jimat atau dari siapapun, terima kasih mas  saya betul2 terbuka”.  Dengan mengatakan seperti itu maka dapat diartikan peserta ini sudah mau untuk keluar dari tempurungnya untuk mulai menerima masukan dari orang lain sehingga bisa menatap dunia dengan lebih luas lagi.

Sebuah jimat terkadang, membuat kita menjadi terjebak dalam pemikiran yang sempit, apalagi jika jimat itu diberikan oleh seseorang figur yang kita anggap memiliki otoritas dipikiran kita, maka sudah habis logika kita untuk menerima pendapat dari orang lain, dan ini berbahaya, solusi yang terbaik adalah anda menampung semua pemikiran orang lain lalu anda coba bereksperimen dari semua pemikiran-pemikiran itu sehingga menemukan sebuah keyakinan dan nilai yang sejati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: