Eyang subur, sosok penuh sugesti

eyang-suburDalam 2 minggu ini kita disuguhi sebuah drama baru di dunia selebritis, dimana muncul pengakuan penuh kehebohan oleh sosok adi bing slamet tentang sosok seseorang yang bernama Eyang Subur.  Adi bing Slamet yang bernama asli Ferdinan Syah Albar tiba-tiba memberikan konferensi pers bahwa dirinya sudah tertipu dengan aliran sesat dari eyang subur selama lebih dari 10 tahun, entah apa yang menyebabkan si adi berani mempublikasikan hal ini.

Tentu setiap opini pasti mendapat tanggapan, begitu pula dengan pengakuan adi bing slamet, oleh mereka yang masih sampai sekarang tetap mengikuti eyang subur, adi dianggap memberikan fitnah dan mengada-ada dengan segala informasi yang dipublikasikan di semua media. Pihak adi pun membawa “pasukan” yang sepaham dengan dirinya mengenai ajaran yang dianggapnya sesat. Saya begitu kaget ketika, banyak kalangan artis yang ternyata menjadi pengiktu dari eyang subur itu, baik itu yang sekarang merasa sudah kapok, atau yang sekarang masih dalam pengaruh guna-guna eyang subur (menurut adi)

Banyak rekan yang menanyakan pendapat saya tentang masalah ini, saya mencoba mengulasnya dari segi pikirasadar tanpa membela pihak manapun. Situasi dan kondisi seperti adalah sangat wajar terjadi di Indonesia yang masih menyimpan erat pola pikir mistis dan gaib di pikirannya, saya anggap sama dengan batu ponari dulu dimana semua orang menganggap ponari anak sakti yang bisa menyembuhkan. Perbedaannya adalah si ponari masih kecil sehingga ia tidak bisa berpikir lebih jauh untuk memanfaatkan situasi yang seperti itu, sementara eyang subur dengan pengalamannya yang lama maka bisa memanfaatkan seseorang yang datang ke dirinya untuk mengajak beberapa orang lainnya. Dengan usia yang sudah matang, maka subur pun melabeli dirinya dengan sebutan “eyang”.

sosok-eyang

Apa fungsi dari sebutan “eyang” ini, coba anda pikirkan yang spontan muncul di pikiran anda saat mendengar kata eyang? Pasti sosok yang santun,bijaksana, sudah makan asam garam kehidupan,dan dijadikan panutan, ya kan? Nah..eyang subur memanfaatkan bawah sadar orang Indonesia yang telah mengenal kata eyang sebagai sosok yang baik. Mengapa dia tidak melabeli dirinya mbah, atau aki, atau ki? Sebab label2 itu berkaitan erat dengan hal negatif. Sehingga benar, jika eyang subur mengatakan dirinya bukan dukun, memang bukan dukun?jika kita menganggap dukun itu adalah sosok yang mengerikan.

Dengan membuat label seperti itu, maka otomatis orang yang mau datang menemui dia diharuskan untuk menghormati karena namanya eyang. Nah..kondisi ini ditambah dengan rumah yang  didesain sedemikian rupa untuk memperkuat hawa ritual dan mistis tapi tanpa warna hitam atau mengerikan. Karena itulah beberapa rekan artis menyebutnya  sebagai guru spiritual, sugesti demi sugesti masuk ke pikiran bawah sadar yang menemui si eyang  ini.

Apalagi bagi mereka yang sedang dalam kondisi bingung, sebab salah satu kunci lebih dominannya bawah sadar bekerja adalah saat bingung. Sehingga apapun yang dikatakan oleh eyang pasti dituruti, termasuk melakukan hal yang diluar logika, seperti berjalan mundur, atau merangkak ketika masuk rumahnya. Tentu memang diluar logika, sebab bawah sadar memang bekerja tanpa logika.

Lucunya, saya baru tahu sekarang bahwa artis-artis itu asalnya tidak percaya diri meskipun kita lihat mereka di tv begitu pedenya. Kenapa saya bilang lucu, karena artis datang ke eyang subur, lalu diberikan langkah-langkah ritual/doa sebenarnya hanya untuk meningkatkan percaya dirinya. Nah..setelah percaya diri meningkat maka otomatis segala aktivitas yang dilakukan menjadi  maksimal hasilnya. Melihat sikap adi, tentu saya juga bertanya?Mengapa baru sekarang berani membuka suara di media?Apakah ada satu ritual yang dilaksanankan tidak kunjung hasil, lalu akhirnya menyadari bahwa semua hasil tergantung Tuhan?

unang_murid_eyang_subur

Ini lagi yang juga saya pikir perlu diluruskan, Unang, komedian itu  mengatakan bahwa dirinya sampai saat ini dalam keadaan sadar dalam berbicara dan bertindak,bukan dalam pengaruh guna-guna eyang subur. Mungkin unang belum memahami, bahwa pengaruh kepada pikiran bisa terjadi meskipun kita merasa sadar, tapi saat bertemu dengan eyang subur lantas mengiyakan “sugesti” (petuahnya) maka disaat itulah pikiran bawah sadar bekerja dan mengeksekusi seluruh anggota tubuh untuk menyesuikan, Dan kita pun tetap kondisi sadar sepenuhnya (tidak pingsan).

Apakah eyang subur salah dan sesat? Tentu kita tidak bisa menghakimi begitu saja atas pendapat satu orang dan sekelompok orang, yang bisa saya katakan bahwa eyang subur mengatakan nasehat yang biasa saja, hanya murid-muridnya lah yang mengiyakan berlebihan. Suatu ajaran itu bisa dikatakan sesat jika sudah meniadakan Tuhan. Cerdaslah sahabat…

6 Tanggapan

  1. yang penting percaya Tuhan saja

  2. Banyak juga ya artis yang terlibat dengan eyang subur.

  3. Terlepas dari sesat ngk sesat eyang subur terlepas kita memandangnya dari mana. Maka itu kita ini hanya lah hamba yang tidak ada daya dan upaya

  4. ayat ada yang tertulis dan tersirat, ayat yg tersirat ini adalah kebenaran yg hanya difahami oleh individu itu sendiri
    saya pernah mendengar bahwa tidak boleh ayat itu dijual belikan… karena itu adalah penerang, pencerah.. hak umat..
    sampaikan walau seayat…

    sekarang indonesia masuk jaman edan..
    ayat-ayat kebenaran mempengaruhi manusia dan pada akhirnya dijual belikan…

    orang susah, bodoh, miskin…. makin susah hidupnya… karena harus bayar pencerahan…
    sekalinya gratis… melalui televisi.. itu juga orang susah, bodoh, miskin tetap aja ga ngerti, yang pinter beduit aja ga ngerti..

    sungguh ini jaman sudah gelap..
    susah bedain.. mana kiyai, ustads, habib, sang pencerah, motivator, paranormal dan dukun
    nampak sepertinya semuanya jualan ayat tertulis ataupun yg tersirat..
    tapi pasti ada yang sedikit ikhlas..

    wahai Indonesiaku…
    jadilah pekerja yang mampu menyampaikan kebeneran dan pencerahan.. dan saling menyampaikan secara gratis mutlak…
    jadilah cerdas.. tidak malas…
    bersatu melawan kegelapan…

    wahai Indonesia..
    jadilah orang-orang sakti, hebat.. tapi masih mau bekerja keras…
    sehingga lidah kebenaranmu tidak mau dibayar..

    para pendahulu kita adalah pekerja.. pejuang..
    bukan penjual ayat.. yg bahasanya berapi-api membakar semangat sampai gosong yang bahasanya adem dan sejuk namun membekukan semangat

    sudah saatnya cerita ayat menagih tanggungjawab terhadap sang penyampai..
    sudah saatnya sang pencari pencerah berontak….

    hilangkan kesombongan…
    hilangkan kemalasan…

    hidup Indonesia…
    hidup Indonesia..
    Indonesia Kreatif…
    Indonesia Cerdas…
    Indonesia… Jaya..

    Amin…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: