Berpikir Positif Belum Tentu Berdampak “Positif”

Berbicara tentang Positif Thinking mungkin bukan hal yang baru bagi kita, disetiap seminar, disetiap buku selalu ditulis dan diajarkan tentang pentingnya berpikir postif, benar? Bahkan ditelevisi, di radio, dikantor dan di jejaring sosial seperti facebook dan twitter juga ditulis tentang pentingnya berpikir positif. Jika anda baca, maka manfaat berpikir postif agar hidup kita bahagia, agar hidup kita selalu postif dan menjadi sukses,katanya seperti itu kan? Hmm..saya akan kutip sebuah artikel yang menulis tentang manfaat berpikir Positif.

Ada lima keuntungan utama jika anda berpikir positif (katanya)

Pertama, berpikir positif dapat menenangkan jiwa.

Kedua. dengan berpikir positif seseorang mudah mendapat energi yang menyenangkan

Ketiga, orang selalu berpikir positif, dikasih racun, dia jadikan obat!

Keempat, dengan berpikir positif otak di kepalapun ikut nyaman, adem, tidak panas mendidih!

Kelima, orang yang berpikir positif akan semakin memperbanyak teman dan tak pernah punya musuh! 

Dari lima manfaat tersebut saya sangat setuju, tapi banyak buku, banyak seminar hanya mengulas manfaat dari berpikir postif. Jarang sekali yang membahasa caranya, benar kan? Owh..ada juga yang membahas caranya tetapi malah menyesatkan dan membuat manfaat dari berpikir positif tidak tercapai.

Mengapa saya membuat judul artikel ini, berpikir postif belum tentu berdampak positif ? Ya..karena memang itulah fakta yang terjadi, coba anda rasakan, anda ingat-ingat..Seberapa sering anda berpikir positif namun hasilnya malah sebaliknya. Apa sih sebenarnya berpikir positif ? Apa hanya dengan sering mengatakan kepada diri sendiri, “Saya Positif” atau yang sering mengikuti seminar motivasi disarankan untuk berkata “Saya Bisa” setiap hari.. Benar?

Berdampak postif setiap hari kah, kata-kata “Saya bisa” itu? Tunggu dulu, pasti anda tidak merasakan manfaatnya bukan, dan anda pun mulai malas untuk mengucapkan kata-kata tersebut.

Ada seorang distributor MLM datang ke klinik saya, sambil mengeluhkan masalahnya. Dia mengatakan “Saya sering ikut pelatihan motivasi, waktu pelatihan motivasi merasa begitu positif dan semangat namun setelah keluar dari acara tersebut, keesokan harinya kembali lemas lagi tanpa semangat. Padahal setiap saat saya sering mengepalkan tangan sambil berkata “saya bisa”, dimana salahnya mas?

Anda tahu dimana salahnya? Kata-kata “saya bisa” tentu merupakan cara berpikir positif tetapi kata-kata itu hanya sampai di pikiran sadar, belum menembus pikiran bawah sadar kita. Artinya kata itu tidak akan dieksekusi oleh pikiran bawah sadar untuk diaplikasikan ke seluruh diri. Ketika saya bertanya kepada klien td ” kalau saya bertanya, “anda bisa apa”? Klien ini kebingungan menjawabnya.

Inilah salahnya, ketika anda mengatakan “saya bisa” maka pikiran bawah sadar mempunyai pertanyaan lagi “bisa apa?” jika itu tidak akan katakan ke diri anda, maka mustahil akan dieksekusi oleh pikiran bawah sadar. Konsep berpikir positif saya anggap tidak sesuai dengan pikiran bawah sadar, karena banyak kata-kata yang katanya positif tapi malah menyesatkan pikiran bawah sadar dan efeknya malah terjadi sebaliknya.

Satu Tanggapan

  1. Trz hrz gmn agr pikiran positif qta itu bs jd keyataan??tdk hny diangan_angan..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: