5 cara Shalat Tarawih dengan khusuk

Salat Tarawih (kadang-kadang disebut teraweh atau taraweh) adalah salat sunnat yang dilakukan khusus hanya pada bulan ramadan. Tarawih dalam bahasa Arab adalah bentuk jama’ dari تَرْوِيْحَةٌ yang diartikan sebagai “waktu sesaat untuk istirahat”. Waktu pelaksanaan salat sunnat ini adalah selepas isya’, biasanya dilakukan secara berjama’ah di masjid. Fakta menarik tentang salat ini ialah bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam hanya pernah melakukannya secara berjama’ah dalam 3 kali kesempatan. Disebutkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam kemudian tidak melanjutkan pada malam-malam berikutnya karena takut hal itu akan menjadi diwajibkan kepada ummat muslim (lihat sub seksi hadits tentang tarawih).

Shalat tarawih dilakukan setelah melakukan shalat isya, dalam kata lain dikenal dengan qiyamul lail yang disunnahkan untuk dilakukan dalam bulan ramadhan. Pada awal bulan Ramadhan tampak masjid dan mushalla dipenuhi oleh jamaah untuk melakukan shalat tarawih, namun biasanya makin mendekati akhir Ramadhan, maka makin sedikit juga yang melakukan jamaah shalat tarawih padahal di malam-malam akhir ramadhan makin bernilai ganda.

Terdapat beberapa praktik tentang jumlah raka’at dan jumlah salam pada salat tarawih, pada masa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam jumlah raka’atnya adalah 8 raka’at dengan dilanjutkan 3 raka’at witir. Dan pada zaman khalifah Umar menjadi 20 raka’at dilanjutkan dengan 3 raka’at witir. Perbedaan pendapat menyikapi boleh tidaknya jumlah raka’at yang mencapai bilangan 20 itu adalah tema klasik yang bahkan bertahan hingga saat ini. Sedangkan mengenai jumlah salam praktik umum adalah salam tiap dua raka’at namun ada juga yang salam tiap empat raka’at. Sehingga bila akan menunaikan tarawih dalam 8 raka’at maka formasinya adalah salam tiap dua raka’at dikerjakan empat kali, atau salam tiap empat raka’at dikerjakan dua kali dan ditutup dengan witir tiga raka’at.

Yang sering menjadi kendala dalam shalat tarawih adalah berdekatan dengan saat berbuka, dan banyak dari kita kekenyangan yang membuat menjadi malas untuk tarawih berdampak pada khusuknya shalat tarawih kita.

Berikut ada 5 tips untuk membuat shalat tarawih kita lebih khusuk:

1. Makan sedikit saat berbuka, sesuai dengan pengertian berbuka puasa maka hanya untuk membatalkan puasa saja. Rasulullah mencontohkan hanya dengan makan 3 kurma. Karena itu cobalah untuk memakan hidangan pembuka saja misal bubur atau kolak.

2. Segera shalat maghrib, setelah berbuka takjil maka langsung melakukan shalat maghrib agar makanan yang baru saja dimakan cepat terbakar dengan gerakan shalat maghrib

3. Mengaji sebelum isya, setelah shalat maghrib biasakan untuk membaca Al-Quran sambil memikirkan maknanya saat menunggu isya bisa anda sambil minum yang manis-manis untuk menghilangkan dahaga akibat puasa seharian tadi

4. Segera Ke Masjid, begitu mendengar adzan isya segera pergi kemasjid terdekat dari rumah anda. Persiapkan diri untuk melakukan shalat isya dan tarawih. Bayangkan betapa pahala berlipat yang akan anda dapatkan saat berjamaah di masjid dan ini dalam bulan ramadhan, sekali dalam setahun anda mendapat kebaikan berlipat.

5. Ambil shaf terdekat imam, tujuannya adalah agar bisa mendengar lebih jelas suara imam untuk menghidari kantuk.

Semoga 5 tips diatas dapat membuat anda semakin menikmati indahnya ramadhan tahun ini dan mendapat suatu hidayah baru.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: