Hindari Menilai Sesuatu Sebelum Melakukan 3P (Perhatikan,Pelajari dan Pahami)

Berhitung, mungkin setiap orang bisa melakukannya. Apa sih sebenarnya berhitung, berhitung adalah melakukan operasi aritmatika terhadap angka-angka bilangan. Bisa menjumlahkan, mengurangkan, mengalikan atau membagi. Bahkan herannya, ada orang yang tidak pernah sekolah pun bisa berhitung. Contohnya pedagang dipasar, mereka bahkan ada yang tidak pernah sekolah tapi mampu menghitung uang hasil penjualan mereka dengan sangat baik. Kalau tidak bisa menghitung tentu pasti rugi.

Darimana mereka menghitung, tentunya dengan melihat warna dari uang. Jika uangnya merah ya 100ribu, dan ciri-ciri warna lainnya, dari gambarnya, dari tokoh yang ada disana. Berarti kalau hanya ingin kaya, ngga perlu sekolah kan? cukup mengetahui ciri-ciri uang saja, agar mengerti dan tidak tertipu.

Mari kita lihat asal-usul menghitung ya…

Untuk lebih memahami makna berhitung, maka perlu dipahami terlebih dahulu mengenai pengertian dari bilangan. Menurut Bruce E. Meserve, bilangan adalah suatu abstraksi, artinya bilangan tidak memiliki keberadaan secara fisik. Namun, bilangan dapat dituliskan dengan lambang-lambang yang dapat mewakili suatu bilangan yang ingin disampaikan.
Bilangan sendiri muncul karena adanya suatu kuantitas yang ingin diungkapkan.
Setelah bilangan sudah dapat dituliskan dengan lambang-lambang bilangan, selanjutnya manusia mulai mengembangkan sifat-sifat, hubungan, aturan, serta perhitungan yang terjadi antar bilangan-bilangan tersebut sehingga muncullah istilah berhitung.
Sejarah berhitung merupakan sejarah yang panjang, karena berhitung sendiri telah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Tidak ada yang mengetahui oleh siapa,  dimana, dan kapan tepatnya berhitung ditemukan, karena sebenarnya berhitung bukan merupakan temuan para pemikir, namun berhitung merupakan sebuah kebutuhan yang ada di dalam diri manusia dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan lingkungan. Oleh sebab itulah perkembangan berhitung terpencar di berbagai pusat kebudayaaan kuno dengan pertumbuhan yang terpisah-pisah.
Secara garis besar, tahapan pertumbuhan berhitung dari zaman kuno sampai masa kini:
1.      Zaman purbakala – Tahun 600 SM                       Mesopotamia dan Mesir kuno
2.      Tahun 600 SM – Tahun 450                                 Yunani Kuno
3.      Tahun 450 – Tahun 1200                                      Hindu-Arab
4.      Tahun 1200 – Tahun 1600                                    Eropa Lama
5.      Tahun 1600 – Sekarang                                        Masa kini

Peninggalan sejarah berhitung yang tertua adalah dari zaman Mesopotamia dan Mesir Kuno. Namun, bukan berarti pada masa itulah berhitung pertama kali ada. Sebenarnya berhitung sendiri telah ada dan dipergunakan oleh masyarakat primitif sejak zaman Batu Tua atau Paleolitikum. Hal ini dibuktikan dengan seiring ditemukannya sisa-sisa kebudayaan suku bangsa yang dianggap primitif, ditemukan pula bukti bahwa suku tersebut sudah mengenal berhitung.

Sekarang, jika ada seseorang mengatakan 1 + 1 = 0 ? apa yang anda pikirkan? salahkah hal itu?

Bagi para pedang dipasar, para tukang becak, para sopir mungkin saja mereka mengatakan salah, Karena mereka hanya tahunya 1+1 = 2.  Mereka tentu bingung ketika dikatakan 1+1 = 0. Mana mungkin jika ada 1 barang, ditambahkan 1 barang malah menjadi 0 alias abis. Anda bisa dimarah-marahi oleh orang satu pasar.

Tapi berbeda jika konsep 1+1 = 0 kita sampaikan ke teman-teman mahasiswa teknik. Pasti mereka mengiyakan dan mengatakan benar. Tentu saja karena yang digunakan adalah konsep bilangan biner, dimana hanya ada dua digit yaitu 1 dan 0. Bahkan ada lagi yang lebih membuat bingung orang pasar adalah 5+6 = B. Gila lagi kan…?Penjumlahan angka menghasilkan huruf.

Apa yang bisa kita petik hikmah dari realita seperti itu? Bukan hanya berhitung, malah mungkin “konsep” kehidupan, ada juga yang kita belum tahu sama sekali. Paling gampang adalah HIPNOSIS, banyak orang belum tahu sedikitpun sudah mengatakan HIPNOSIS salah, HIPNOTIS dosa, bahkan segala sesuatu yang berkaitan dengan “Kekuatan Pikiran” juga dianggap hal yang membahayakan.  Ketika saya memperkenalkan konsep ALPHA TELEPATI, semua orang mengatakan wah BAHAYA nih, bahkan di status Facebook pun mengatakan DOSA.

Mengapa begitu mudahnya kita memvonis sesuatu yang belum kita ketahui, sama dengan perhitungan 1+1 = 0, bukankah itu juga benar?. Maka mulailah belajar segala sesuatu yang membuat anda bingung, yang seolah meragukan, cari tahu benar sampai anda paham. Setelah anda mempelajarinya, baru berhak mengatakan sesuatu itu salah atau benar.  Apapun itu, misalnya tentang bermain Forex, jika belum mempelajarinya, maka anda juga DILARANG mengatakan SUSAH. Karena belajar pun belum, bagaimana sudah mengatakan SUSAH. Berikut gambaran tentang proses belajar.

Cobalah sebelum menilai sesuatu lakukan langkah 3P berikut :

1. Perhatikan
2. Pelajari
3. Pahami

Setelah melakukan 3P, baru anda bisa menilai dari sesuatu yang anda ragukan tersebut. Harus diikuti ataukah dihindari. Jadi mulai sekarang, hindari menilai berlebihan apalagi menilai NEGATIF terhadap apapun sebelum anda melakukan 3P.

Jika ingin mencari tempat yang tepat untuk melakukan 3P tentang kekuatan pikiran, silahkan saja menghubungi Wahana Sejati atau klik di www.ahlihipnotis.com

Salam Fokus Luar Biasa

Firman Pratama,ST,CHt,CNLP

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: