Masalah di Tahun Ajaran Baru : Anak Takut Masuk Sekolah

N..anak perempuan usia 6tahun, sedang berusaha mengadaptasi dengan sekolah barunya, SD AL-Azhar Surabaya menjadi tempat barunya menuntut ilmu setelah terlebih dulu menyelesaikan pendidikan di TK. Masalah terjadi ketika N tidak mau ditinggal ibunya. N meminta ibunya untuk menjaganya terus di sekolah. Sementara Ibunya juga sibuk. Bayangkan jam sekolah kelas 1SD sekarang jam 6.45 – 13.15.

Padahal dulu…ketika saya sekolah kelas 1SD,hanya jam 6.45 sampai jam 9.00… Sistem yang aneh sih, wajar N yang masih terbiasa main lama, mengalami stress dini dengan jam belajar yang cukup lama untuk usia anak 6tahun. Apalagi break time (istilah N utk jam istirahata) hanya 15menit saja..

Dan..bahasa pengantar di sekolah ini, sudah menggunakan bahasa inggris..Wah kasian nih si N, harus memulai pengalaman baru yang butuh dukungan. Saya yakin N mampu secara akademis, karena dia cukup bisa menulis, kemampuan menghitungnya juga bagus, visualisasinya juga sangat luar biasa. Tingkat konsentrasi juga bagus. Hal ini terbukti dengan teknik fiksasi mata yg efektif untuk N.

Setelah berhasil masuk ke alam imajinasi N, saya mencoba menggali kegiatan sehari-hari N di sekolah. Ternyata dia bosan di kelas terus, masih ingin bermain. Waktu belajar yang cukup panjang dan guru yang menurut N ngga jelas ngajarnya.

karena itu N butuh dukungan ibunya untuk selalu mendampinginya. Peran ibu sangat besar untuk perkembangan anak. Pada kunjungan kedua, N mulai terbiasa dengan proses terapi yang saya lakukan. Untuk menambah efektifitas, saya gunakan sound therapy dengan gelombang alpha 9Hz.

N pun langsung tertidur,tapi ketika bangun dia langsung menangis kembali, karena saya menggunakan gelombang sleep induction. Saya pesan kepada ibu dan bapak dari N untuk melakukan sendiri proses sound therapy dengan durasi 20menit menggunakan mode mental stimulation dan enhance learning process.

Entah siapa yang salah dalam kasus ini…orang tua si N, atau sistem pendidkannya yang kelewatan memaksa anak usia 6tahun,harus belajar mulai jam 6.45 sampai 13.15. Saya yakin kasus seperti N banyak terjadi dilingkungan kita, atau mungkin putra-putri Anda juga mengalami hal yang sama, yaitu SUD (Stres Usia Dini). Jika ya..peran orang tua sangat penting untuk membantu putra-putri tersebut menempuh suatu babak baru dalam hidupnya..

Semoga bermanfaat,

Firman Pratama,ST,CHt,CNLP

Artikel yang berkaitan:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: