Akibat Buruk Memanjakan Anak

Anak adalah anugerah Allah SWT, tempat kita meneruskan cita-cita dan garis keturunan. Anak juga merupakan amanah, titipan harta yang paling berharga yang harus dijaga, dirawat dan dididik agar menjadi penyejuk hati. Dalam persoalan ini, kita harus meneladani sikap Nabi Zakaria AS dan Nabi Ibrahim AS. Kedua Nabi ini senantiasa berdoa kepada Allah Maha Pencipta. “Ya Rabbana, anugerahkanlah kepada kami, pasangan dan keturunan sebagai penyejuk hati kami. Jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS 25:74).

Anak adalah impian dari setiap orang tua, kelahiran seorang anak adalah menjadi harapan dalam sebuah keluarga. Sehingga wajar jika orang tua begitu mencintai anaknya. Bahkan rela memberikan apapun juga untuk anaknya, sampai terlewat memanjakannya. Luar biasa memang cinta orang tua, tetapi kadang cinta ini berlebihan dan berdampak negatif bagi kehidupan masa depan anak. Ada sebuah kasus dari sesi hipnoterapi saya, dimana ada anak usia 15tahun mengeluh kurang percaya diri dan boros. Setelah melalui proses hipnosis, ternyata ditemukan masalah adalah karena kurangnya kasih sayang dari orangtuanya. Kedua orang tua begitu sibuk mencari uang dengan berdagang di salah satu pusat grosir di surabaya.

Anak ini pun diberi saja secara material. Uang diberi berapapun yang dia minta. Anda bisa bayangkan..anak usia 15tahun meminta uang sebesar 5juta dan dahsyatnya habis dalam waktu 2minggu. Tetapi orang tuanya hanya biasa saja, dengan tingkah anak ini. Sehingga dia merasa sudah tidak ada gunanya dikeluarga. Perhatikan, bagaimana orang tua anak ini menggantikan kasih sayangnya dengan uang. Tapi ternyata uang tidak mampu menggantikan kasih sayang orang tua.

Kasus lain, adalah dimana ada seorang bapak yang menurut dia begitu mencintai anaknya sehingga khawatir anaknya lecet sedikit. Karena itu dia melarang anak gadisnya untuk belajar sepeda, dan selalu menuruti keinginannya. Memanjakan anak memang hak anda tetapi bagaimana jika hal itu justru menyusahkan anak anda sendiri dimasa depan??

Berikut beberapa dampak dari terlalu memanjakan anak:

1. Mudah menyerah, anak yang terlalu dimanja akan mudah sekali menyerah jika menemui kesulitan, hal ini akibat selalu diturutinya semua permintaannya sejak kecil.

2. Susah kreatif, otak kanan anak yang dimanja seakan dibunuh oleh orangtuanya sendiri.

3. Gampang mengeluh, jika sejak kecil apapun selalu ada, maka ketika dewasa mengalami kesulitan sedikit saja langsung mengeluh

4. Selalu bergantung, jika dulu bergantung kepada orang tua, maka ketika dewasa juga sulit lepas dari orang tua, lalu bagaimana jika orangtuanya sudah meninggal?

5. Malas berusaha, sedikit masalah langsung orang tua, mencari pekerjaan juga instan dari orang tua. Akibatnya membuat dirinya malas untuk berusaha.

Perhatikan kelima efek negatif itu, apakah itu yang anda inginkan kepada anak anda kelak setelah dewasa. Setelah anda sebagai orang tua sudah  meninggal. Anda harus memberikan sebuah warisan berharga kepada anak anda. Apakah warisan berharga itu? Apakah uang? BUKAN……..jawabannya adalah ILMU.

Uang tanpa ILMU hanya bertahan 2minggu, perhatikan kisah diatas tadi, dimana 5juta habis dalam waktu 2minggu saja. Tetapi jika dengan ILMU, maka UANG bisa tetap menjadi UANG bahkan MENGHASILKAN UANG sendiri.  Ilmu itu bukan hanya Ilmu akademik, melainkan Ilmu Kehidupan seperti, Ilmu negoisasi, Ilmu mengenal Tuhan, Ilmu berbicara di depan orang, Ilmu mencari kawan, Ilmu meningkatkan kreatifitas dan yang lainnya.

Jika anda sudah mewariskan 2 jenis ilmu itu, yaitu Ilmu Akademik dan Ilmu Kehidupan. Maka anak anda pasti aman dalam hidupnya, bahkan menjadi orang yang jauh lebih sukses dari anda. Anda sudah mewariskan ILMU yang berharga. Anda pun merasa tenang ketika membiarkannya hidup sendiri tanpa anda.

Semoga bermanfaat,

Firman Pratama,ST,CHt,CNLP

About these ads

3 Tanggapan

  1. terima kasih,akan selalu saya ingat saat menemani tumbuh kembang anak saya nanti

  2. sebuah wacana yang sangat bermanfaat..
    terima kasih ya mas, atas menu yang disajikan
    heheheh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 4.788 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: